News Satu, Probolinggo, Rabu 24 Maret 2021- Rencana impor beras oleh kementerian Perdagangan Republik Indonesia, membuat para petani Kota Probolinggo, Jawa Timur, menolak adanya rencana pemerintah pusat tersebut.
“Kalau pemerintah impor beras bagaimana nanti nasib petani saat tanaman padinya panen, kemungkinan para petani rugi, ” ujar Sunan, Petani Kota Probolinggo, Rabu (24/3/2021).
Pimpinan Cabang Bulog Probolinggo, Krisna Murtianto menjelaskan, Stok beras di cabang bulog Probolinggo saat ini 9.847 ton, untuk penyaluran beras di tiga wilayah Kabupaten/ Kota Probolinggo dan Lumajang itu bisa bertahan 8 sampai 9 bulan kedepan.
“Dipastikan stok di probolinggo sangat cukup, Tentang pengadaan bulog kami wajib mengamankan harga pasar, setiap panen raya mulai awal januari 2021,kami sudah membuka kran menyerap gabah dari petani , itu sudah kami lakukan dan sudah mempunyai 12 mitra, untuk membeli gabah dari petani di wilayah kerja mitra tersebut, nantinya akan dikirim gabah kering atau berupa beras,” katanya.
Harga pedoman bulog membeli gabah petani seharga 5300 rupiah, gabah kering giling, sedangkan beras di jual oleh bulog ikuti aturan menteri perdagangan seharga 8 300 rupiah.
“Kami ikuti pedoman bulog dari kementerian Perdagangan RI, ambil gabah kering giling petani Rp 5.300,kami jual beras seharga Rp 8.300,” tandasnya.
Sementara secara terpisah, Plt Kepala Disperta kota probolinggo, Yoyok mengatakan, masalah impor beras itu kewenanangan dan kebijakan pemerintah pusat, menteri perdagangan RI.
“Terkait impor beras itu kewenangan dan kebijakan pemerintah pusat ( kementerian perdagangan ),berdasarkan info,ketersediaan beras dalam negeri masih mencukupi, jadi pemerintah pusat belum mengambil kebijakan impor beras,” pungkasnya. (Bambang)
