Efisiensi Anggaran, Presiden Pastikan MBG Tidak Terganggu

Jakarta, Kamis 26 Maret 2026 | News Satu- Presiden RI, Prabowo Subianto, menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap menjadi prioritas nasional dan tidak akan dihentikan meski pemerintah tengah melakukan efisiensi anggaran.

Dalam pernyataannya, Presiden memastikan penghematan akan diarahkan ke sektor lain tanpa mengganggu program yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, khususnya pemenuhan gizi.

“Jangan sampai ada anggapan karena krisis lalu program MBG dihentikan. Masih banyak cara lain untuk efisiensi,” tegasnya di Jakarta, Kamis (26/03/2026).

Prabowo menekankan, kondisi ekonomi global yang tidak menentu tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi komitmen terhadap pembangunan sumber daya manusia (SDM). Ia menyebut MBG sebagai investasi jangka panjang yang berdampak langsung pada kualitas generasi masa depan.

Presiden juga mengungkapkan bahwa program serupa telah diterapkan di berbagai negara dan terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan. Bahkan, menurutnya, lembaga internasional seperti Rockefeller Institute dan World Food Programme menilai program tersebut memiliki nilai pengembalian (return) yang tinggi.

“Setiap satu dolar yang diinvestasikan bisa menghasilkan manfaat berlipat, baik dalam jangka pendek maupun panjang,” ungkapnya.

Meski demikian, Presiden mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam implementasi di lapangan. Pemerintah, kata dia, telah menindak tegas berbagai pelanggaran yang ditemukan selama proses evaluasi.

“Ada lebih dari seribu titik yang sudah kami tutup karena tidak sesuai,” pungkasnya.

Prabowo memastikan penguatan sistem pengawasan dan perbaikan tata kelola terus dilakukan agar program berjalan optimal dan tepat sasaran. Ia menegaskan, kebijakan efisiensi anggaran tidak akan mengorbankan program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan arah kebijakan pemerintah yang tetap memprioritaskan program sosial sebagai fondasi pembangunan nasional, meski di tengah tekanan fiskal dan ketidakpastian global. (Den)