Wabup Sumenep Minta Jaran Serek Dikemas Lebih Modern Dan Atraktif

Sumenep, Senin 11 Mei 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten Sumenep mulai serius mendorong revitalisasi seni tradisional Jaran Serek agar tetap bertahan di tengah gempuran hiburan modern. Melalui Festival Jaran Serek 2026, pemerintah daerah menargetkan kesenian khas Madura itu tidak hanya lestari, tetapi juga berkembang menjadi daya tarik wisata budaya unggulan.

Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menegaskan, pelaku seni Jaran Serek harus mampu menghadirkan pertunjukan yang lebih kreatif, atraktif, dan relevan dengan perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai tradisi yang menjadi identitas budaya lokal.

“Jaran Serek merupakan warisan budaya yang harus dijaga. Namun cara penyajiannya juga harus mengikuti perkembangan agar lebih menarik bagi masyarakat,” ujar KH. Imam Hasyim, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, inovasi pertunjukan menjadi langkah penting agar seni tradisional tersebut tetap diminati generasi muda. Mulai dari iringan musik tradisional, desain kostum, hingga koreografi pertunjukan dinilai perlu dikemas lebih dinamis dan modern.

Meski demikian, ia menegaskan pengembangan tersebut tidak boleh menghilangkan ciri khas dan nilai budaya asli Jaran Serek sebagai identitas masyarakat Madura.

“Kami ingin generasi muda tetap tertarik dan ikut melestarikan Jaran Serek di tengah derasnya hiburan modern,” katanya.

Pemkab Sumenep menilai Jaran Serek memiliki potensi besar menjadi ikon wisata budaya daerah, sejajar dengan tradisi khas Madura lainnya seperti Karapan Sapi dan Sape Sonok. Dengan pengemasan yang lebih modern dan profesional, pertunjukan Jaran Serek diyakini mampu menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengenal kekayaan budaya Sumenep.

“Budaya daerah bukan hanya identitas, tetapi juga kekuatan sektor pariwisata yang memiliki nilai ekonomi besar,” tambahnya.

Festival Jaran Serek 2026 sendiri berlangsung meriah dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Ribuan warga memadati sepanjang rute festival untuk menyaksikan atraksi khas kuda jingkrak yang tampil energik dan menghibur.

Sorak penonton pecah ketika para pelaku seni menampilkan gerakan atraktif dengan iringan musik tradisional Madura yang menggema di sepanjang arena pertunjukan. Wabup Sumenep juga memberikan apresiasi kepada para pelaku budaya dan masyarakat yang selama ini tetap konsisten mempertahankan eksistensi Jaran Serek di tengah arus modernisasi budaya populer.

Ia berharap generasi muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut aktif terlibat dalam pelestarian budaya daerah agar tradisi tersebut terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Pelestarian budaya tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Generasi muda harus ikut menjadi bagian dari penjaga tradisi,” pungkasnya. (Rose)