Antrean BBM Subsidi di Jawa Timur Mulai Terurai, Pertamina Pastikan Pasokan Aman

Surabaya, Sabtu 4 Juli 2026 | News Satu- PT Pertamina Patra Niaga bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) memastikan distribusi BBM subsidi, khususnya Biosolar, di Jawa Timur kembali berjalan normal setelah sempat mengalami lonjakan antrean di sejumlah SPBU akibat tingginya aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat.

Kepastian tersebut diperoleh setelah dilakukan pemantauan terpadu selama 1–2 Juli 2026 yang mencakup seluruh rantai distribusi, mulai dari Terminal BBM hingga SPBU sebagai titik penyaluran kepada masyarakat.

Monitoring lapangan melibatkan Kepala BPH Migas, Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Wakil Ketua Ombudsman RI, serta jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga.

Hasil pemantauan menunjukkan antrean kendaraan di sejumlah SPBU yang sebelumnya menjadi perhatian kini mulai berkurang secara signifikan.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyebut kondisi distribusi BBM subsidi telah berangsur stabil dan tidak lagi mengganggu aktivitas masyarakat.

“Berdasarkan laporan Pertamina Patra Niaga dan hasil pengecekan langsung di lapangan, antrean sudah sangat melandai. Saat ini rata-rata hanya sekitar lima hingga enam truk sasis panjang dan situasinya tidak mengganggu rutinitas masyarakat,” kata Wahyudi.

Menurut Wahyudi, peningkatan konsumsi Biosolar terjadi karena tingginya aktivitas distribusi barang di kawasan Surabaya dan Gresik, yang menjadi jalur utama menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Selama periode 22–26 Juni 2026, arus kendaraan logistik meningkat tajam sehingga kebutuhan BBM subsidi di sejumlah SPBU ikut melonjak.

“Beberapa SPBU yang sempat mengalami lonjakan antrean berada di kawasan Tol Surabaya–Gempol KM 26, Tambak Osowilangun, Tambak Langon, serta Kebomas, Gresik,” tandasnya.

Selain sektor logistik, meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur sekolah juga ikut mendorong kenaikan konsumsi BBM di berbagai wilayah Jawa Timur.

Executive General Manager Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Iwan Yudha Wibawa, mengatakan perusahaan langsung mempercepat distribusi dengan mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam, mempercepat pengiriman, serta memperbesar skema alih suplai dari terminal BBM terdekat.

Menurutnya, volume distribusi juga ditingkatkan hingga dua kali lipat pada sejumlah wilayah prioritas agar kebutuhan masyarakat dapat segera terpenuhi.

“Kami memprioritaskan pengiriman dari terminal supply point dan memperbesar alih suplai dari terminal terdekat sehingga pasokan BBM yang dikirim semakin meningkat untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan energi masyarakat,” ujar Iwan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, mengatakan Pertamina terus memantau stok BBM di seluruh SPBU melalui early warning system guna mendeteksi lebih dini apabila terjadi lonjakan permintaan.

Selain itu, Pertamina juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di sekitar SPBU.

Ahad mengimbau masyarakat tetap tenang dan menggunakan BBM secara bijak sesuai kebutuhan karena pasokan energi di Jawa Timur dipastikan dalam kondisi aman.

“Kami terus memonitor ketersediaan BBM di seluruh SPBU. Masyarakat tidak perlu khawatir dan diharapkan menggunakan energi secara bijak sesuai kebutuhan,” pungkasnya.

Pertamina bersama BPH Migas memastikan pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas pasokan, terutama pada masa meningkatnya aktivitas logistik dan mobilitas masyarakat selama musim liburan. (Kiki)