Ahmad Juhairi, Tak Ada Alasan Lagi Pemkab Sumenep Menunda Pembangunan Listrik Di Masalembu

Sumenep, Kamis 1 Oktober 2026 | News Satu- Persoalan pengadaan lahan untuk pembangunan pusat pembangkit listrik di Kecamatan Masalembu kembali menjadi sorotan. Anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Fraksi NasDem, Ahmad Juhairi, menilai kendala lahan yang selama ini disebut menghambat pembangunan listrik di wilayah kepulauan tersebut seharusnya sudah dapat diselesaikan.

Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya kesiapan PT Elnusa Tbk untuk mendukung pemanfaatan lahan yang dibutuhkan dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan di Pulau Masalembu.

Menurut Juhairi, kebutuhan listrik yang memadai bagi masyarakat kepulauan merupakan persoalan mendesak yang harus segera dituntaskan. Karena itu, seluruh pihak terkait diharapkan dapat mempercepat penyelesaian berbagai hambatan administratif maupun teknis yang masih tersisa.

“Persoalan lahan seharusnya tidak lagi menjadi polemik. Saat ini sudah ada PT Elnusa yang siap bekerja sama memanfaatkan lahannya di Masalembu untuk mendukung pembangunan pusat pembangkit listrik,” ujar Ahmad Juhairi, Kamis (1/10/2026).

Ia menjelaskan, proses percepatan pembangunan listrik di Masalembu sebenarnya telah beberapa kali dibahas dalam forum koordinasi yang melibatkan berbagai pihak. Pembahasan tersebut melibatkan PT PLN (Persero), PT Elnusa, Pemerintah Kabupaten Sumenep, serta mendapat fasilitasi dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Menurutnya, keterlibatan PT Elnusa yang merupakan anak perusahaan PT Pertamina (Persero) menjadi peluang strategis untuk mempercepat realisasi proyek kelistrikan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Karena PT Elnusa merupakan bagian dari BUMN, semestinya proses pemanfaatan lahan dapat berjalan lebih cepat dan lebih mudah. Jika semua pihak serius dan bekerja maksimal, persoalan ini seharusnya bisa segera dituntaskan,” tegasnya.

Juhairi menilai kehadiran pusat pembangkit listrik di Masalembu akan menjadi salah satu langkah penting dalam mengurangi ketimpangan pembangunan antara wilayah daratan dan kepulauan di Kabupaten Sumenep.

Selama ini, keterbatasan akses listrik masih menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat Masalembu. Kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada aktivitas rumah tangga, tetapi juga memengaruhi sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik.

Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur energi akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan kepulauan.

“Listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting. Kehadiran pembangkit listrik akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan pelayanan publik, serta mempercepat pembangunan di wilayah kepulauan,” katanya.

Juhairi berharap koordinasi antara pemerintah daerah, PLN, PT Elnusa, dan pemerintah pusat terus diperkuat agar proses pembangunan tidak kembali mengalami keterlambatan.

“Saya minta seluruh pihak menjadikan kebutuhan masyarakat Masalembu sebagai prioritas utama sehingga proyek strategis tersebut dapat segera direalisasikan,” pungkasnya.

Dengan adanya dukungan lahan dari PT Elnusa dan keterlibatan langsung Kementerian ESDM, pembangunan pusat pembangkit listrik di Masalembu dinilai memiliki peluang besar untuk segera memasuki tahap pelaksanaan apabila seluruh hambatan yang tersisa dapat diselesaikan.

Masyarakat Masalembu pun berharap proyek kelistrikan tersebut dapat segera terwujud sebagai solusi atas kebutuhan energi yang selama bertahun-tahun menjadi harapan warga kepulauan. (Robet)