PAMEKASAN, Selasa, 13 Oktober 2026 | News Satu- Realisasi investasi Jawa Timur yang mencapai Rp72 triliun pada semester pertama 2026 menjadi salah satu sorotan dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Di balik capaian tersebut, pemerintah menghadapi tantangan penting: memastikan pertumbuhan investasi benar-benar membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan memperluas kesejahteraan masyarakat.
Informasi tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di halaman Kantor Bupati Pamekasan, Jalan Kabupaten 107, Pamekasan. Tahun ini, peringatan mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan”.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutan tersebut, perjalanan 81 tahun Jawa Timur disebut sebagai hasil perjuangan, kerja keras, dan pengabdian lintas generasi yang harus diteruskan melalui pembangunan nyata.
“Angka 81 tahun merupakan perjalanan panjang yang dibangun melalui perjuangan, kerja keras dan pengabdian lintas generasi. Di sepanjang perjalanan itu, para pendahulu telah meletakkan fondasi pemerintahan, merawat persatuan, serta membuka jalan bagi kemajuan yang kita nikmati pada hari ini,” kata Kholilurrahman, Selasa (13/10/2026).
Realisasi investasi Rp72 triliun tersebut menjadi indikator aktivitas ekonomi Jawa Timur pada semester pertama 2026. Dalam paparan yang disampaikan pada peringatan hari jadi, penyerapan tenaga kerja disebut mencapai lebih dari satu juta orang.
Capaian itu menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu isu penting dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah. Besarnya investasi perlu diikuti dengan kesempatan kerja yang memadai, peningkatan pendapatan, dan akses masyarakat terhadap pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka.
Pemerintah daerah juga dituntut memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam nilai investasi, tetapi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di berbagai wilayah.
Dalam sambutan gubernur yang dibacakan Kholilurrahman, pemerintah menekankan pentingnya memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta memperbaiki kualitas pembangunan dan pelayanan publik.
“Warisan perjuangan itu harus terus hidup, dan dalam kesungguhan kita mendidik anak-anak, menyejahterakan keluarga, memperluas kesempatan kerja dan menghadirkan pembangunan yang berkualitas, pemerintahan yang profesional serta pelayanan yang semakin prima,” ungkapnya.
Besarnya investasi tidak otomatis menjamin seluruh masyarakat memperoleh manfaat yang sama. Ketersediaan tenaga kerja terampil menjadi faktor penting agar kebutuhan industri dapat dipenuhi oleh sumber daya manusia lokal.
Karena itu, pemerintah daerah perlu memperkuat pendidikan dan pelatihan kerja agar keterampilan pekerja sesuai dengan kebutuhan industri serta perkembangan teknologi.
Dalam sambutan tersebut, pemerintah mengingatkan bahwa masyarakat harus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar menyaksikan peningkatan aktivitas usaha tanpa memperoleh kesempatan yang memadai.
Peningkatan kompetensi tenaga kerja juga penting untuk memperluas akses terhadap pekerjaan berkualitas. Dengan keterampilan yang relevan, masyarakat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memasuki pasar kerja dan meningkatkan taraf hidup.
Tema Hari Jadi ke-81 Jawa Timur menegaskan arah pembangunan yang mengutamakan daya saing, inovasi, dan transformasi berbagai sektor. Namun, kemajuan tersebut perlu berjalan seimbang dengan pemerataan kesejahteraan dan perlindungan lingkungan.
Dalam sambutan yang dibacakan Bupati Pamekasan, keunggulan Jawa Timur dikaitkan dengan peningkatan mutu pendidikan, kemampuan tenaga kerja, serta daya saing produk daerah di pasar yang semakin kompetitif.
“Unggul berarti kita terus meningkatkan kemampuan dan kualitas, anak-anak kita memperoleh pendidikan yang berkualitas sehingga memiliki keunggulan kompetitif di percaturan global, para pekerja memiliki keterampilan sesuai perkembangan zaman, dan produk-produk Jawa Timur semakin berdaya saing,” jelasnya.
Pendidikan berkualitas menjadi fondasi untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja. Pada saat yang sama, peningkatan keterampilan pekerja dan produktivitas usaha diperlukan agar industri serta produk lokal mampu memperluas pasar.
Pembangunan berkelanjutan juga menuntut agar ekspansi ekonomi tidak mengabaikan kelestarian lingkungan maupun pemerataan manfaat pembangunan.
Bagi Kabupaten Pamekasan, momentum Hari Jadi ke-81 Jawa Timur menjadi kesempatan untuk memperkuat kontribusi daerah terhadap perekonomian provinsi.
Pengembangan sektor pertanian, perdagangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta industri pengolahan dapat menjadi bagian dari upaya memperluas kegiatan ekonomi lokal. Namun, pengembangan tersebut membutuhkan dukungan kebijakan, akses pasar, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan iklim usaha yang kondusif.
Peningkatan kualitas pelayanan publik juga menjadi faktor penting untuk mendukung aktivitas ekonomi dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Kholilurrahman menegaskan bahwa semangat pembangunan Jawa Timur harus diwujudkan melalui program yang terukur dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, bukan berhenti pada slogan peringatan.
“Dengan demikian, semangat ‘Jatim Unggul Maju Berkelanjutan’ diharapkan tidak berhenti pada slogan peringatan hari jadi, tetapi diterjemahkan menjadi program pembangunan yang terukur dan berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
Capaian investasi Jawa Timur pada semester pertama 2026 menjadi modal bagi penguatan ekonomi daerah. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut diikuti penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan pendapatan masyarakat, penguatan daya saing tenaga kerja, dan pemerataan hasil pembangunan.







