Banyuwangi, Minggu 25 Januari 2026 | News Satu- Sebanyak 200 pengemudi becak lanjut usia di Kabupaten Banyuwangi menerima bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut diserahkan di Pendopo Sabha Swagata Blambangan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan pekerja lansia sekaligus penguatan transportasi pariwisata ramah lingkungan.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani bersama Wakil Ketua Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) Nanik S Deyang. Para penerima merupakan tukang becak yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup dari tenaga kayuh manual, meski usia dan kondisi fisik mereka semakin terbatas.
Salah satu penerima, Mislani (79), pengemudi becak asal Kelurahan Dadapan, Kecamatan Kabat, mengaku haru menerima bantuan tersebut. Sejak 1964, Mislani masih setia mangkal di kawasan pusat Kota Banyuwangi.
“Dengan becak listrik ini nariknya jadi ringan. Tenaga saya terbantu. Kalau ada wisatawan, saya siap mengantar keliling Banyuwangi,” ujar Mislani dengan mata berbinar, Minggu (25/1/2026).
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, bantuan becak listrik ini tidak hanya bertujuan meringankan beban kerja pengemudi becak lansia, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem transportasi ramah lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.
“Ke depan, becak listrik ini tidak hanya dipakai untuk kebutuhan harian, tetapi juga akan dilibatkan sebagai moda transportasi wisata,” kata Ipuk.
Sementara itu, Nanik S Deyang menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan inisiatif pribadi Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk empati terhadap para pekerja sektor informal. Setiap unit becak listrik bernilai sekitar Rp 22 juta dan ditekankan agar tidak diperjualbelikan.
“Becak listrik ini harus dikelola dengan baik dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Ke depan, jumlah bantuan untuk Banyuwangi berpotensi ditambah,” ujarnya.
Usai penyerahan, Bupati Ipuk bersama jajaran Forkopimda Banyuwangi dan Yayasan GSN turut menjajal becak listrik dengan berkeliling Taman Sritanjung, sebagai simbol dukungan terhadap transportasi hijau dan inklusif. (Zali)






