oleh

Densus 88 Anti Teror Baku Tembak Dengan Kelompok Teroris Di NTB

News Satu, Bima, Selasa 31 Oktober 2017- Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri, baku tembak dengan teroris di pegunungan Oi Sarumi, Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam baku tembak ini dua orang yang diduga teroris tertembak mati.

Dua jenazah yang diduga teroris tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk dilakukan otopsi, pada Selasa (31/10/2017) sekitar pukul 06.15 Wita dengan pengawalan ketat dari anggota Brimob.

Sebelum  dimasukan keruang otopsi, dua jenazah yang diduga teroris ini, sempat dilihat dan diperiksa  Wakapolda NTB, Komisaris Besar (Pol) Tajuddin, MH dan Dansat Brimob Polda NTB, Kombes (Pol) Taufik Hidayat.

“Dua orang sudah berhasil ditembak mati, dan saat ini kami masih melakukan pengejaran terhadap dua orang teroris lainnya yang bersembunyi di dalam hutan Gunung Oi Sarumi,” kata Wakapolda NTB, Komisaris Besar (Pol) Tajuddin, dalam keterangan persnya, Selasa (31/10/2017).

Wakapolda mengatakan, identitas kedua pelaku yang masih belum ditangkap tersebut, sudah diketahui. Dan saat ini, Tim  Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror dari Mabes Polri, masih berada di pegunungan Oi Sarume, Desa Mawu, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima untuk melakukan penangkapan terhadap kedua teroris tersebut.

“Saya yakin mereka masih bersembunyi di sekitar lokasi tersebut,” ujarnya.

Namun demikian, petugas mengalami kendala dengan kawasan pegunungan yang medannya sulit terjangkau. Akan tetapi pihaknya bersama Densus 88 Anti Teror akan terus berupaya keras melakukan penangkapan terhadap kelompok-kelompok teror yang  melarikan diri tersebut.

“Kami akan berusaha keras menangkap para kelompok-kelompok teror tersebut,” tandasnya.

Dua jenazah yang dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) tersebut, diketahui identitasnya bernama Muhammad Amirullah alias One Dance (37) dan Rahmad F. Jalal alias Yaman (27), keduanya warga Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mapunda, Kota Bima.

“Saya minta kepada masyarakat NTB, khususnya di Kabupaten Bima agar tidak terprovokasi atas terjadinya penembakan yang menewaskan dua orang yang diduga anggota teroris,” himbaunya.

Dua orang kelompok teroris yang di tembak mati tersebut merupakan teman dari Imam Munandar yang diduga kuat pelaku penembakan terhadap 2 orang anggota Polres Bima Kota, yakni Bripka Gafur dan Bripka Zaenal Abidin yang terjadi pada Senin (11/9/2017) pagi saat kedua anggota tersebut mengantar anaknya berangkat sekolah. (RN1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.