Bojonegoro, Kamis 17 September 2026 | News Satu- Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-20 Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah Bojonegoro berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kehadiran Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, menjadi magnet tersendiri yang menyedot perhatian para santri dalam perayaan dua dekade perjalanan pesantren tersebut.
Sejak tiba di lokasi acara, Ning Lia langsung dikerumuni para santri yang ingin bersalaman, berbincang hingga mengabadikan momen bersama. Suasana yang semula berlangsung formal berubah menjadi lebih hangat dan penuh keakraban.
Antusiasme para santri menjadi salah satu pemandangan yang mencuri perhatian dalam peringatan Harlah ke-20 Al-Fatimah. Momen tersebut sekaligus menunjukkan kuatnya ikatan emosional antara tokoh publik dan generasi muda pesantren yang kini semakin aktif dalam berbagai bidang pendidikan, sosial, dan kebangsaan.
Dalam kesempatan itu, Ning Lia menilai kebahagiaan yang terpancar dari para santri menjadi bukti bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan pengembangan potensi generasi muda.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan.
“Pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga ruang yang membentuk karakter, cita-cita, dan masa depan generasi muda,” ujarnya.
Ning Lia juga mengapresiasi perkembangan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah yang dinilainya terus mengalami kemajuan signifikan selama dua dekade terakhir. Perubahan tersebut terlihat dari penguatan kelembagaan, perluasan layanan pendidikan, hingga kemampuan pesantren menjawab tantangan zaman modern.
Menurut senator asal Jawa Timur tersebut, lembaga pendidikan harus mampu memahami kebutuhan generasi muda dengan menghadirkan lingkungan belajar yang nyaman, inovatif, dan mampu mendorong lahirnya prestasi.
Memasuki usia ke-20 tahun, Al-Fatimah dinilai berhasil membangun sistem pendidikan yang lebih lengkap dan terintegrasi, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga perguruan tinggi.
Puncak peringatan Harlah juga ditandai dengan peluncuran kolaborasi antara Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Fatimah bersama PT Insan Madani Wisata (Imawa Tour & Travel).
Peluncuran kerja sama tersebut menjadi langkah strategis pesantren dalam memperluas layanan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendampingan, pembinaan, dan pelayanan ibadah haji serta umrah.
Pengasuh sekaligus Pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, KH. Tamam Syaifuddin, mengatakan usia 20 tahun merupakan tonggak penting bagi perjalanan pesantren yang terus berkembang menjadi lembaga pendidikan terpadu.
Saat ini Al-Fatimah telah memiliki berbagai jenjang pendidikan mulai kelompok bermain, RA, MI, MTs, MA, SMP, SMA hingga Institut Agama Islam Al-Fatimah.
Menurutnya, pengembangan pesantren tidak hanya berfokus pada pendidikan formal, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan layanan keagamaan.
“Momentum 20 tahun ini menjadi energi baru untuk memperkuat kemandirian, prestasi, dan kontribusi pesantren bagi masyarakat serta bangsa,” katanya.
Perayaan Harlah ke-20 Al-Fatimah turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, Anggota DPR RI Eko Wahyudi, pengusaha nasional H. Khairul Umam (Haji Her), alumni, wali santri, dan berbagai elemen masyarakat.
Hingga acara berakhir, antusiasme para santri masih terlihat. Banyak di antara mereka yang terus mendekati Ning Lia untuk bersalaman, berdialog, dan berfoto bersama. Momen tersebut menjadi simbol kedekatan tokoh publik dengan dunia pesantren sekaligus memperkuat semangat generasi muda dalam menyongsong masa depan. (Kiki)







