Bondowoso, Kamis 1 Oktober 2026 | News Satu- Puncak musim kemarau mulai memicu krisis air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Kondisi ini menyebabkan ribuan warga di kawasan terdampak kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk konsumsi, memasak, hingga aktivitas sehari-hari.
Merespons situasi tersebut, Polres Bondowoso Polda Jawa Timur menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat di Dusun Nyambungan, Desa Kemuningan, Kecamatan Taman Krocok, yang menjadi salah satu wilayah terdampak kekeringan.
Aksi kemanusiaan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Tahun 2026, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak musim kemarau panjang.
Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Kapolres Bondowoso AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., didampingi Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, S.H., M.H., serta jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Bondowoso.
Menggunakan sejumlah armada mobil tangki, personel kepolisian mendistribusikan air bersih ke permukiman warga yang mengalami keterbatasan pasokan air. Ratusan warga tampak mengantre dengan tertib membawa jeriken, ember, dan berbagai wadah penampung air untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka.
Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo mengatakan kekeringan yang melanda beberapa wilayah mulai berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
“Saat ini beberapa wilayah di Bondowoso mulai kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau. Melalui bantuan ini kami berharap dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama untuk kebutuhan konsumsi dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya, Kamis (1/10/226).
Menurutnya, distribusi bantuan air bersih merupakan langkah cepat yang dilakukan kepolisian untuk membantu warga menghadapi kondisi darurat akibat kekeringan yang semakin meluas di sejumlah daerah.
AKBP Aryo menegaskan, bantuan serupa tidak hanya dilakukan di satu lokasi. Polres Bondowoso akan terus melakukan pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang mengalami krisis air bersih agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Kami akan terus memantau daerah-daerah yang terdampak kekeringan dan berupaya menyalurkan bantuan air bersih secara berkala sesuai kebutuhan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, kehadiran kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan yang dihadapi warga.
Musim kemarau yang memasuki puncaknya diperkirakan masih berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah wilayah Kabupaten Bondowoso. Karena itu, pemerintah daerah dan berbagai pihak diharapkan terus memperkuat langkah mitigasi guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi.
Seluruh proses distribusi bantuan air bersih berlangsung aman dan tertib. Kehadiran personel kepolisian mendapat sambutan positif dari masyarakat yang selama beberapa pekan terakhir menghadapi keterbatasan akses air bersih akibat menurunnya debit sumber air di wilayah mereka. (Sugi)






