Gorontalo, Sabtu 20 Juni 2026 | News Satu- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengklaim Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan dalam waktu satu tahun, sebuah capaian yang disebut sebagai yang tercepat sepanjang sejarah pembangunan sektor pertanian nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Amran saat memberikan sambutan pada Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di GOR David-Tony, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Amran, capaian tersebut melampaui target pemerintah sebelumnya yang memperkirakan swasembada pangan dapat dicapai dalam kurun waktu empat tahun. Ia menilai keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja keras petani dan nelayan di seluruh Indonesia yang terus menjaga produktivitas sektor pangan nasional.
“Pada 2025, peningkatan produksi pangan Indonesia menjadi yang tertinggi kedua di dunia setelah Brasil. Capaian ini merupakan hasil kerja keras para petani dan nelayan Indonesia,” ujar Amran.
Selain peningkatan produksi, pemerintah juga mencatat stok pangan nasional mencapai 5,2 juta ton. Angka tersebut disebut menjadi cadangan pangan tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Besarnya stok pangan bahkan membuat kapasitas gudang yang dimiliki pemerintah tidak lagi mencukupi. Saat ini, Perum Bulog harus menyewa tambahan gudang untuk menampung cadangan pangan yang terus meningkat.
“Kapasitas gudang kita sekitar 3 juta ton. Karena stok mencapai 5,2 juta ton, Bulog harus menyewa tambahan gudang sekitar 2,2 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi yang pernah dimiliki Indonesia,” katanya.
Di hadapan ribuan peserta PENAS, Amran juga menyoroti peningkatan kesejahteraan petani yang ditandai dengan membaiknya harga gabah di tingkat petani. Saat ini harga gabah disebut telah mencapai Rp6.500 per kilogram, jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga mengklaim telah melakukan efisiensi dalam kebijakan subsidi pupuk. Di tengah tren kenaikan harga pupuk global, Indonesia justru dinilai mampu menjaga ketersediaan pupuk bagi petani dalam negeri.
Menurut Amran, sejumlah negara bahkan mulai melirik Indonesia sebagai pemasok pupuk. Beberapa negara seperti Australia, India, Filipina, hingga Brasil disebut telah menunjukkan ketertarikan untuk membeli pupuk dari Indonesia.
“Ketika banyak negara menghadapi persoalan pupuk, sejumlah negara justru meminta pasokan pupuk dari Indonesia. Ini menunjukkan sektor pertanian nasional semakin diperhitungkan,” ungkapnya.
Mentan juga mengklaim kesejahteraan petani mengalami peningkatan signifikan. Berdasarkan indikator Nilai Tukar Petani (NTP), tingkat kesejahteraan petani disebut mencapai level tertinggi dalam 34 tahun terakhir dengan capaian sekitar 127 persen.
Selain itu, sektor pertanian juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang tercermin dari peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian dalam dua dekade terakhir.
Terkait komoditas kelapa sawit, Amran mengakui sempat terjadi penurunan harga tandan buah segar (TBS) akibat penyesuaian kebijakan ekspor crude palm oil (CPO). Namun kondisi tersebut disebut hanya berlangsung sementara dan saat ini harga kembali bergerak normal.
Menurutnya, secara fundamental harga sawit masih didukung oleh kenaikan harga CPO global dan penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat yang biasanya berdampak positif terhadap komoditas ekspor Indonesia.
“Alhamdulillah, harga TBS saat ini sudah kembali normal dan kondisi pasar mulai stabil,” pungkasnya. (Den)







