Surabaya, Jumat 6 Februari 2026 | News Satu- Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memperkuat strategi peningkatan literasi hukum dengan menyasar generasi Z. Kepala Kejati Jatim Agus Sahat S.T. Lumban Gaol mengajak Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, untuk berkolaborasi dalam program penyuluhan hukum yang lebih adaptif dan komunikatif bagi kalangan muda.
Ajakan kolaborasi tersebut disampaikan dalam audiensi dan dialog kelembagaan yang berlangsung di Surabaya. Pertemuan itu turut dihadiri jajaran pimpinan Kejati Jatim, yakni Aspidum Joko, Asintel Ketut, Asdatun Marta, dan Aspidmil Yunus.
Kajati Jatim menilai keterlibatan Lia Istifhama memiliki nilai strategis, mengingat kedekatannya dengan generasi muda, khususnya Gen Z, yang kini menjadi kelompok dominan dalam struktur demografi sekaligus aktor utama di ruang digital.
“Generasi Z membutuhkan pendekatan yang relevan, komunikatif, dan kontekstual. Kolaborasi dengan figur publik yang dekat dengan anak muda akan membuat penyuluhan hukum lebih efektif dan mudah diterima,” ujar Agus Sahat, Jumat (6/2/2026).
Selain faktor kedekatan dengan Gen Z, Lia Istifhama juga dinilai memiliki jangkauan komunikasi yang luas. Pada Pemilu terakhir, Lia tercatat meraih sekitar 2,7 juta suara, menjadikannya salah satu tokoh dengan basis pemilih besar di Jawa Timur.
Menurut Agus Sahat, kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menekankan aspek sanksi dan larangan hukum, tetapi juga memberikan pemahaman menyeluruh terkait hak, kewajiban, serta nilai keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Penyuluhan hukum harus menjadi ruang edukasi yang membangun kesadaran, bukan sekadar menakut-nakuti. Anak muda perlu memahami hukum sebagai pelindung sekaligus pedoman hidup berbangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Lia Istifhama menyambut positif ajakan Kejati Jatim. Ia menilai edukasi hukum bagi generasi muda merupakan kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi digital dan dinamika sosial yang kian kompleks.
“Pendekatan edukatif dan dialogis harus diperkuat. Anak-anak muda tidak cukup hanya tahu aturan, tetapi juga mampu menerapkan nilai hukum dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Lia.
Lia Istifhama yang juga dikenal sebagai keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai sinergi antara lembaga penegak hukum dan wakil rakyat menjadi langkah strategis dalam membangun budaya sadar hukum di kalangan generasi muda.
Melalui kolaborasi ini, Kejati Jatim berharap program penyuluhan hukum bagi generasi Z dapat berjalan lebih masif, adaptif, dan berdampak nyata, sekaligus melahirkan generasi muda Jawa Timur yang berintegritas dan taat hukum. (Kiki)




