Tanah Gerak Rusak Belasan Rumah, BPBD Pamekasan Siaga Bencana

Pamekasan, Senin 19 Januari 2026 | News Satu- Bencana tanah gerak yang terjadi di Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dilaporkan semakin meluas. Pemerintah Kabupaten Pamekasan mencatat, peristiwa tersebut kini berdampak pada dua dusun dan menyebabkan sedikitnya 10 rumah warga mengalami kerusakan berat.

Peristiwa ini langsung ditindaklanjuti pemerintah daerah melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) yang bergerak cepat ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat. Tim gabungan melakukan asesmen awal guna memetakan dampak kerusakan serta potensi ancaman lanjutan di wilayah terdampak.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan menyebutkan, pergerakan tanah terjadi secara bertahap dan memicu retakan serius pada permukaan tanah maupun bangunan rumah warga. Kondisi tersebut membuat sejumlah rumah dinilai tidak lagi layak huni dan berisiko membahayakan keselamatan penghuninya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Pamekasan, Achmad Dofir Rosidii, mengatakan pihaknya terus melakukan pendataan serta pemantauan intensif di lokasi bencana.

“Tanah gerak ini berdampak pada dua dusun dan menyebabkan sedikitnya 10 rumah rusak berat. Kami masih melakukan pendataan lanjutan dan kajian risiko di lapangan,” ujarnya di Kantor BPBD Pamekasan, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, warga terdampak diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat hujan dengan intensitas tinggi yang berpotensi memperparah pergerakan tanah dan memicu bencana susulan.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama pemerintah desa setempat telah mengimbau warga yang rumahnya mengalami kerusakan parah untuk sementara mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah penanganan darurat serta memperkuat koordinasi lintas instansi guna memastikan keselamatan warga.

“Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa. Namun warga di sekitar lokasi bencana diminta tetap waspada dan segera melapor apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah susulan,” pungkasnya. (Yudi)