Surabaya, Rabu 18 Februari 2026 | News Satu- Transformasi digital UMKM Jawa Timur memasuki babak baru. Senator asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menghadiri grand launching Fluence.id yang digelar di Jatim Expo. Platform ini dirancang sebagai ruang kolaborasi profesional antara konten kreator dan pelaku usaha, dengan sistem transparansi data yang bisa diakses langsung oleh pengiklan.
Dalam sambutannya, Lia menegaskan bahwa penguatan UMKM tidak cukup hanya pada produksi, tetapi juga harus menyentuh strategi promosi digital yang terukur dan berbasis data.
“Fluence.id bukan sekadar tempat berkumpulnya kreator. Ini adalah jembatan agar UMKM bisa naik kelas. Melalui dashboard yang transparan, pelaku usaha dapat melihat engagement, like, hingga views secara jelas,” ujarnya.
Platform yang digagas oleh Antok Arifanto ini menawarkan skema anggaran promosi yang fleksibel, mulai dari Rp1 juta hingga tanpa batas, sesuai kebutuhan brand maupun UMKM. Keunggulan utamanya terletak pada sistem dashboard analytics yang memungkinkan pemantauan performa kampanye secara real time. Founder Fluence.id, Antok Arifanto, menyebut platform ini lahir dari kebutuhan akan transparansi dalam promosi digital.
“Kami ingin menjadi jembatan profesional antara pelaku usaha dan konten kreator. UMKM bisa langsung mengakses data kampanye secara detail, mulai dari engagement hingga views. Semua berbasis data dan terbuka,” jelasnya.
Menurut Antok, selama ini banyak pelaku UMKM kesulitan memperoleh laporan pasti dari promosi digital yang mereka jalankan. Fluence.id hadir untuk menjawab persoalan tersebut dengan sistem monitoring yang akurat dan terukur.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPD RI Lia Istifhama juga mengaitkan pentingnya kesiapan UMKM menghadapi peluang pasar global. Ia menyinggung langkah kerja sama dagang pemerintah Indonesia dengan sejumlah negara di Eropa dan Amerika yang membuka ruang ekspor lebih luas.
“Peluang global sudah terbuka. Tinggal bagaimana UMKM meningkatkan kualitas produk, memperkuat branding, storytelling, dan kemampuan negosiasi,” tegasnya.
Ning Lia sapaan akrabnya mendorong UMKM Jawa Timur untuk berani menargetkan pasar internasional.
“Dengan dukungan teknologi digital, transparansi data, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Saya optimistis UMKM Jatim mampu bersaing di pasar dunia,” pungkasnya.
Grand launching Fluence.id di Jatim Expo menjadi simbol sinergi antara kreator digital dan pelaku usaha. Momentum ini sekaligus menandai kesiapan UMKM Jawa Timur menatap pasar global dengan strategi promosi yang lebih profesional, transparan, dan berbasis data. (Kiki)






