oleh

Polri Akan Berantas Terorisme Hingga Ke Akar-akarnya

News Satu, Jakarta, Rabu 18 Juli 2018- Untuk memberantas aksi terorisme hingga ke akar-akarnya diperlukan adanya Satgas Antiteror. Bahkan, Polri akan membentuk Satgas Antiteror di setiap Polda, sehingga tidak ada lagi terorisme di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kapolri Jenderal Polisi Prof.  H. Muhammad Tito Karnavian, Ph.D, menginstruksikan semua Kepolisian Daerah (Polda) untuk membentuk Satgas Antiteror guna memberantas para pelaku terorisme sampai ke akarnya.

“Saya sudah perintahkan semua polda membuat Satgas Antiteror. Jumlah personelnya tergantung pada wilayah dan peta kerawanan masing-masing,” ujar Kapolri, Rabu (18/7/2018).

Menurut Jenderal bintang empat tersebut tujuan pembentukan Satgas Antiteror ini untuk memberantas orang-orang yang terlibat dalam teror Bom Surabaya hingga ke akar-akarnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Polri untuk melakukan penjejakan terhadap jaringan teror sehingga memudahkan untuk menangkapnya. Besaran Satgas akan disesuaikan dengan wilayah dan peta kerawanan masing-masing.

“Untuk kasus Bom Surabaya, siapa pun yang terlibat, tangkap! Ideolog, inspirator, pelaku, dan pendukung, yang menyiapkan dana, yang menyiapkan bahan peledak, harus ditangkap. Kami sudah tahu peta jaringannya,” tandasnya.

Berdasarkan catatan Polri ada 197 orang pelaku terorisme yang telah ditangkap, dan 20 orang pelaku di antaranya meninggal dunia. Pihaknya meminta jajarannya untuk berhati-hati dalam menangkap para pelaku teror, karena pelaku teror merupakan para pelaku siap mati yang tidak segan-segan melukai targetnya, termasuk polisi.

“Jangan mengambil risiko. Kalau mereka mengancam petugas, membahayakan masyarakat, petugas diberikan kewenangan untuk melakukan tindakan tegas dan terukur,” tukasnya.

Kapolri menginstruksikan penindakan yang tegas terhadap jaringan teroris, mulai dari ideologi, inspirat, pelaku, pendukung, pihak yang menyiapkan dana, hingga pihak yang menyiapkan bahan peledak.

“Kami akan berantas hingga ke akar-akarnya,” pungkas Tito. (rls)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.