567

Eskalasi Iran–AS, Komisi I DPR Soroti Risiko Stabilitas Global

News Satu
Eskalasi Iran–AS, Komisi I DPR Soroti Risiko Stabilitas Global
Eskalasi Iran–AS, Komisi I DPR Soroti Risiko Stabilitas Global

Jakarta, Selasa 3 Maret 2026 | News Satu- Eskalasi konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran memicu kekhawatiran global. Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh, mendesak Pemerintah Indonesia untuk mengambil peran aktif di forum internasional guna merespons dinamika geopolitik yang kian memanas.

Menurut Oleh, ketegangan tersebut tidak hanya berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengganggu tatanan global, termasuk stabilitas ekonomi dan keamanan internasional.

“Indonesia harus berada di garda depan dalam memperjuangkan penegakan hukum internasional dan mendorong langkah konkret di PBB,” ujar Oleh dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/3/2026).

Oleh menilai pemerintah perlu memaksimalkan jalur diplomasi multilateral, khususnya melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk menyuarakan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara. Sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif, Indonesia dinilai memiliki legitimasi moral untuk mendorong deeskalasi konflik dan menyerukan perdamaian dunia.

Ia juga menekankan pentingnya konsolidasi sikap nasional dalam merespons situasi global yang berkembang cepat. Koordinasi antara DPR RI dan pemerintah, kata dia, perlu diperkuat agar kebijakan luar negeri tetap sejalan dengan prinsip perdamaian dan kepentingan nasional.

Selain aspek diplomasi, Oleh mengingatkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi berdampak langsung pada sektor energi, perdagangan internasional, serta stabilitas ekonomi nasional. Lonjakan harga minyak dunia, gangguan rantai pasok, hingga tekanan terhadap nilai tukar rupiah menjadi risiko yang harus diantisipasi sejak dini.

“Langkah antisipatif harus disiapkan. DPR RI akan mengawal kebijakan strategis pemerintah, baik di tingkat bilateral maupun multilateral, untuk memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi,” tegasnya.

Di tengah dinamika global yang tidak menentu, Indonesia diharapkan tidak bersikap pasif. Peran aktif di forum internasional dinilai penting untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten memperjuangkan perdamaian dunia.

Sikap tegas dan diplomasi terukur dinilai menjadi kunci agar Indonesia tetap relevan dalam percaturan geopolitik global sekaligus melindungi kepentingan nasional di tengah krisis internasional. (Den)