oleh

Aktivis PMII Situbondo Tolak Gerakan Radikal Masuk Kota Santri

News Satu, Situbondo, Jumat 5 Mei 2017- Aktivis PMII Situbondo, Jawa Timur (Jatim) menolak masuknya gerakan radikalisme ke Kota santri. di indonesia semakin hari tidak terbendung terutama HTI,  hal ini dikuatkan dengan semakin massifnya pola rekreutmen sampai daerah,  tidak terkecuali situbondo.

Aktivis PMII Situbondo, Fathorrahman mengatakan, jika pemerintah daerah harus segera mengambil sikap terhadap masuknya gerakan radikal ke kota Santri ini. Sebab jika terus dibiarkan, maka tidak menutup kemungkinan masyarakat yang akan bergerak sendiri.

“Pemerintah harus bertindak tegas,  jangan sampai HTI semakin besar di Situbondo. Namun jika masih dibiarkan, maka pasti masyarakat akan bergerak sendiri,” ujar Mantan Ketua Cabang PMII Sitobondo ini.

Ia mengatakan, gerakan HTI sudah semakin massif di situbondo,  jadi tidak ada alasan lagi bagi pemerintah daerah untuk berdiam diri,  kecuali image kota santri yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat situbondo itu hanya sebatas slogan.

“Saat ini gerakan HTI sudah mulai merambah ke kampus-kampus, jadi sudah saatnya pemerintah daerah kabupaten (Pemkab) Situbondo menindak tegas,” pungkasnya.

Berdasarkan Informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, HTI sudah mulai merambah ke kampus-kampus yang berada di wilayah situbondo, khususnya kampus umum seperti Unars. (Rokib)

Komentar