oleh

Aliansi Mahasiswa Rambut Gondrong Unmu Malang Gelar Demo

News Satu, Malang, Jumat 5 Mei 2017- Aliansi Mahasiswa Berambut Gondrong Universitas Muhammadiyah (Unmu) Malang, Jawa Timur (Jatim) melakukan aksi penolakan terhadap SK No. 5 tahun 2017 tentang dilarang mahasiswa berambut gondrong, Jumat (5/5/17).

Fauzi selaku korlap aksi mengatakan, aksi dilakukan karena ketidakjelasan dari dasar  di keluarkannya SK nomor 5 tahun 2007, oleh pihak kampus. Bahkan pihaknya menilai adanya bentuk diskriminasi yang dilakukan oleh Universitas terhadap para mahasiswa yang berambut gondrong terutama dalam hal mengakses fasilitas kampus.

“Aturan rambut gondrong ini tidak jelas. Jika kami lihat dari latar belakang kampus yang merupakan kampus Islam, gondrong tidak dilarang dalam agama islam” katanya, kepada newssatu.com, Jumat (5/5/2017).

Selain itu lanjut Fauzi, diskriminasi dan penindasan yang dilakukan pada maahsiswa yang berambut gondrong sangat tidak humanis. Terbukti pada saat ujian mahasiswa yang rambutnya gondrong dilarang masuk, keculai rambutnya dicukur ditempat, selain itu pula ada perampasan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

“Kami juga dipersulit untuk mengkases fasilitas kampus, salah satunya kita dilarang masuk ruang perpustakaan,” ungkapnya.

Para mahasiswa yang berambut gondrong ini mendesak agar Universitasnya menghapur aturan tentang pelarangan mahasiswa yang berambut gondrong. Selain itu mereka meminta agar diberikan BEM dan SENAT mahasiswa sebagai wakil mahasiswa dalam mengambil keputusan bersama.

“Kami harap ada SK nomor 5 th 2007 segera dicabut, jadikan kampus sebagai ruang berekspresi mahasiswa bukan sebagai barak militer untuk mahasiswa, dan jadikan BEM Universitas dan Senat Universitas sebagai wakil kami dalam pengambilan keputusan,” pungkasnya. (Imam)

Komentar