News Satu, Sumenep, Sabtu 17 Juni 2017- Kemajuan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim), bukan karena melimpahnya kekayaan minyak dan gas (Migas. Melainkan bagaimana masyarakat bisa merubah pola pikir untuk menggantungkan pada kekayaan migas yang dimiliki oleh daerah yang berada di ujung timur pulau garam Madura ini, karena selama ini hasil dari Migas tidak berpihak pada Daerah.

“Jika selalu berpikir bahwa Madura, Sumenep bisa maju karena ada migas, itu salah besar, karena migasnya tidak berpihak pada daerah,” kata Bupati Sumenep, DR. A Busyro Karim, M.Si, pada saat membuka dialog publik dengan menggandeng Satuan Kerja Khusus Pelaksana Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK migas), yang digelar oleh Front Pemuda Madura (FPM), Sabtu (17/6/2017) di sebuah hotel di Sumenep.

Oleh karena itu, lanjut Bupati Sumenep dua periode ini, saat ini pemerintah daerah tidak mengantungkan pada hasil migas yang ada. Melainkan bagaimana caranya bisa menghidupkan perekonomian masyarakat dan pariwisata yang dimilik oleh Kabupaten Sumenep.

Sebab, meskipun banyak perusahaan migas yang beroperasi di Sumenep, akan tetapi daerah penghasilnya bukan Sumenep. Karena selama ini Sumenep hanya mendapat dari pengeboran di Pagerungan Besar milik Kangean Energi Indonesia (KEI).

Oleh karena itu, pihaknya mengajak pada kaum intelektual pada khususnya untuk melihat undang-undang yang mengatur kewenangan kabupaten Sumenep ini sudah dihabisi oleh pemerintah pusat.

“Untuk pengeboran off shore (lepas pantai), sebagian besar masuk ke wilayah provinsi dan pusat. Bukan lagi milik daerah, karena rata-rata pengeboran dilakukan di atas 4 mil,” ungkapnya.

Selain itu, sambung mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode ini, yang mendapat dana bagi hasil (DBH) ini tidak hanya Kabupaten Sumenp saja, melainkan Daerah-daerah lain juga mendapatkan, meskipun lokasi pengeborannya berada di bumi Sumekar.

“Besaran DBH migas untuk Sumenep hanya sekitar Rp 16 milyar. Sehingga tidak mungkin membangun Sumenep hanya dari DBH migas,” tandasnya.

Ketua DPC PKB Sumenep ini berharap, dengan melimpahnya sumber daya alam (SDA) di Sumenep, harus di imbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Oleh karena itu Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, juga memberikan beasiswa kepada putra-putri daerah ke Blok Cepu untuk mendalami Migas.

“Ada beasiswa dan sekolah ke Cepu bagi putra-putri Daerah untuk belajar khusus tentang Migas. Seharusnya ini menjadi bahan renungan untuk memajukan Madura,” pungkasnya. (Roni)

Komentar