oleh

Normalisasi Sungai Laweyan, Warga Tongas Probolinggo Urunan Datangkan Alat Berat

News Satu, Probolinggo, Kamis 30 Maret 2017- Warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Tongas, Probolinggo, Jawa Timur terpaksa harus urunan untuk menormalisasi aliran sungai Laweyan. Hal itu dilakukan karena hingga saat ini Dinas PU Pengairan Probolinggo tidak menindaklanjuti keluhan warga selama 5 tahun.

“Ya kami terpaksa urunan untuk mendatangkan alat berat, sebab saat sungai aliran Laweyan sudah mulai dangkal dan air tidak bisa mengalir ke areal pertanian. Tidak mengalirnya air sungai ke irigasi pertanian warga ini sudah berlangsung selama 5 tahun, bahkan kami telah memberitahukan ke Dinas PU Pengairan agar segera dilakukan normalisasi, dan tidak ada tanggapan,” kata Supandi, Ketua Kelompok Tani Desa Tambakerjo, Kamis (30/3/2017).

Seharusnya Dinas PU Pengairan memperhatikan aliran irigasi ke areal pertanian di Desa Tambakrejo agar para petani tidak kesulitan untuk mendapatkan air. Namun nyatanya meski sudah diberi laporan masih tetap tidak ada tindak lanjut, sehingga para petani harus urunan dalam melakukan normalisai terhadap aliran Sungai Laweya yang berada diperbatasan Probolinggo- Pasuruan.

“Kami berharap ada langkah dari Pemerintah daerah agar sungai Laweyan bisa kembali normal, dan air bisa mengalir ke lahan pertanian,” ujarnya.

Sementara, Misrawi Kepala UPTD pengairan Sumberasih mengatakan bahwa normalisasi sungai menjadi kewenangan atasanya, sebab UPTD hanya memantau dan melaporkan, jika ada kendala lapang.

“Kami hanya sebatas mengawasi dan melaporkan saja pada atasan, tentang diterima atau ditindaklanjuti, itu wewenang dari kantor Dinas PU Pengairan,” pungkasnya. (N12)

Komentar