News Satu, Surabaya, Selasa 30 Mei 2017- Jadi pengepul benur atau baby lobster yang merupakan ikan dilindungi, S (34) warga Trenggalek dan MS (38) warga Pacitan ditangkap Subdit Tipidter Polda Jawa Timur (Jatim). kedua tersangka mengumpulkan benur dari para nelayan. Tersangka membeli benur seharga Rp6 ribu per ekor benur jenis pasir, dan Rp35 ribu jenis mutiara.

“Tindakan yang dilakukan oleh kedua pelaku sangat merugikan pemerintah, sebab baby lobster tersebut merupakan produk andalan perikanan di Negara Indonesia,” terang Kabid Humas Polda Jatim Kombes (Pol) Frans Barung Mangera, Selasa (30/5/2017).

Ia menerangkan, dari tangan kedua pelaku, petugas mengamankan 50.311 ekor baby lobster yang ditaksir mencapai Rp 10 miliar. Keduanya mengaku benur atau baby lobster tersebut didapat dari para nelayan di wilayah pesisir Trenggalek,

“Benur atau baby lobster tersebut dikumpulkan dari para nelayan di pesisir Trenggalek, kisaran ada 50 ribu ekor lebih,” terangnya.

Rencananya benur atau baby lobster tersebut akan dipedagangkan kembali ke beberapa Negara, namun pihaknya berhasil menggagalkan ekspor benur atau baby lobster tersebut. Kini kedua tersangka sedang menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Polda Jawa Timur.

“Sebelum mereka mengekspor benur atau baby lobster tersebut ke beberapa Negara, berhasil digagalkan oleh petugas kami,” ujarnya.

Akibat perbuatannya kedua tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi Polda Jawa Timur, dan bakal dijerat Undang Undang RI Nomor 45 tahun 2009 tentang Perikanan, pasal 86 ayat 1 jo pasal 12 ayat1, pasal 92 jo pasal 26 ayat 1 dan pasal 100 jo pasal 7 ayat 2 huruf M. (RN1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.