News Satu, Sumenep, Selasa 30 Mei 2017- Serapan Beras Sejahtera (Rastra) bagi masyarakat miskin di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga akhir bulan ini masih minim. Bahkan jika dipersentasekan, jumlah desa yang sudah melakukan penebusan Rastra hanya mencapai 18 persen.

Kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, Mustangin, mengatakan, berdasarkan hasil koordinasi dengan Bulog setempat, Kepala desa yang sudah melakukan penebusan jatah Rastra masih sedikit.

“Hasil koordinasi terakhir dengan Bulog, desa yang telah melakukan penebusan Rastra masih 18 persen dari desa yang ada,” kata kepala Bagian Perekonomian Setkab Sumenep, Mustangin, Selasa (30/5/2017).

Ia menyebutkan, dari 27 Kecamatan yang ada di Sumenep, baru 12 Kecamatan yang melakukan penebusan jatah Rastra, itupun tidak semua desa tidak semua desa di Kecamatan tersebut yang melakukan penebusan. 12 Kecamatan tersebut yakni Kecamatan Dasuk, Ambunten, Batu Putih, Bluto, Ganding, Gayam, Gili Genting, Kecamatan Lenteng, Nonggunong, Pragaan, Rubaru dan Kecamatan Saronggi.

“Jadi tidak semua desa yang melakukan penebusan Rastra. Hanya sebagian saja,” ungkap Mustangin.

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dengan kepala desa, belum ditebusnya jatah Rastra disebabkan karena tidak adanya dana untuk melakukan penebusan ke Bulog. Namun, meski demikian, pihaknya berharap para kepala desa secepatnya bisa melakukan penebusan. Sebab, beras dari pemerintah pusat tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

“Mudah-mudahan para kepala desa secepatnya melakukan penebusan jatah Rastra,” pungkasnya. (Ozi)

Komentar