News Satu, Sampang, Jumat 16 Juni 2017- Plt Bupati Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim), Fadhilah Budiono mewarning para Kepala Desa (Kades) dalam pengelolaan Dana Desa (DD) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebab banyak kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) tahun 2016 di Kabupaten Sampang.

Kasus dugaan korupsi ADD dan DD tersebut menjerat dua terdakwa yaitu Ahmad Junaidi yang pada waktu itu menjabat sebagai  Camat Kedungdung, dan Kun Hidayat yang menjabat Kasi Pemberdayaan Masyarakat di kantor Kecamatan Kedungdung.

“Saya minta agar Kepala Desa (Kades) harus berhati-hati dalam pengelolaan ADD maupun DD. Sehingga tidak terjadi penyimpangan yang arahnya pada tindak pidana korupsi, karena pada saat ini sudah memasuki jaman keterbukaan informasi,” kata Plt Bupati Sampang, Madura, Jawa Timur (Jatim), Fadhilah Budiono, Jumat (16/6/2017)

Lanjut Plt Bupati Sampang, Pemerintah Pusat menganggarkan Dana Desa tidak lain bertujuan untuk membangun desa, baik dari segi infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, dalam pengelolaannya harus sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak ada penyimpangan.

“Pengelolaan DD akan di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Jadi jangan sampai ada temuan dalam pengelolaan DD-nya, dan semuanya sesuai dengan aturan,” ujarnya.

Sementara, pada tahun 2017 Dana Desa (DD) di Kabupaten Sampang tahun sebesar Rp 167 miliar, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2016 lalu senilai Rp 131 miliar. (Mad)

Komentar