Jember, Rabu 10 Juni 2026 | News Satu- Kabupaten Jember semakin mempertegas posisinya sebagai salah satu lumbung pangan utama Jawa Timur. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras Jember mencapai 446.097 ton, menjadikannya daerah penghasil beras terbesar di kawasan Tapal Kuda sekaligus menempati peringkat ketiga di Jawa Timur.
Capaian tersebut menempatkan Jember hanya berada di bawah Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Bojonegoro dalam daftar produsen beras terbesar di provinsi ini. Angka tersebut sekaligus menjadi indikator kuat bahwa sektor pertanian Jember masih menjadi tulang punggung ketahanan pangan regional maupun nasional.
Bupati Jember Muhammad Fawait menilai pencapaian tersebut merupakan hasil kolaborasi antara petani, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam penguatan sektor pertanian.
Menurutnya, tingginya produksi padi juga tercermin dari besarnya serapan gabah oleh Perum Bulog yang menjadi salah satu indikator keberhasilan produksi dan distribusi hasil pertanian di daerah.
“Capaian ini menunjukkan sektor pertanian Jember terus berkembang dan memberikan kontribusi penting terhadap ketahanan pangan daerah maupun nasional,” ujar Fawait, Rabu (10/6/2026).
Ia juga memberikan apresiasi kepada Bulog, TNI, dan Polri yang dinilai turut berperan dalam mendukung proses penyerapan gabah petani sehingga hasil panen dapat terserap dengan baik dan memberikan kepastian pasar bagi petani.
Meski berhasil menjadi penghasil beras terbesar di kawasan Tapal Kuda, Pemerintah Kabupaten Jember tidak ingin cepat berpuas diri. Tren peningkatan produksi yang terus terjadi dinilai menjadi modal besar untuk mendorong produktivitas pertanian yang lebih tinggi pada tahun-tahun mendatang.
Untuk menjaga momentum tersebut, pemerintah daerah memperketat pengawasan distribusi pupuk subsidi agar bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar diterima petani yang berhak.
Langkah itu dilakukan seiring meningkatnya alokasi pupuk subsidi dari pemerintah pusat yang ditujukan untuk mendukung peningkatan produksi pangan.
“Jika ditemukan pelanggaran dalam penyaluran pupuk subsidi, pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengambil tindakan tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Peningkatan produksi beras Jember tidak lepas dari sejumlah program strategis yang dijalankan secara berkelanjutan. Pemerintah daerah terus memperkuat sektor pertanian melalui optimalisasi lahan pertanian, rehabilitasi jaringan irigasi, program pompanisasi, hingga perlindungan lahan pertanian produktif.
Salah satu capaian penting adalah bertambahnya luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) sebesar 373,59 hektare pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Penambahan tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan produksi pangan di tengah ancaman alih fungsi lahan yang terus meningkat di berbagai daerah. Selain itu, Pemkab Jember juga memperoleh dukungan dari pemerintah pusat berupa bantuan sektor pertanian senilai Rp312 miliar.
Bantuan tersebut mencakup alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, bibit, hingga pembangunan infrastruktur pertanian yang ditujukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kesejahteraan petani.
Dengan capaian produksi yang terus meningkat serta dukungan program yang semakin kuat, Jember kini tidak hanya menjadi penghasil beras terbesar di kawasan Tapal Kuda, tetapi juga salah satu daerah strategis yang menopang ketahanan pangan Jawa Timur dan Indonesia. (Sugi)






