Dampak Film Horror Terhadap Keimanan Seseorang Dan Psikologi Anak

News Satu, Kota Depok, Kamis 10 Agustus 2017- Film horror merupakan film yang banyak di gandrongi oleh para remaja terutama, namun tidak hanya para remaja yang hoby menonton film horror ternyata tidak dipungkiri anak-anak juga banyak yang senang dengan film horor. Kali ini, Kamis (10/8/2017) tim redaksi newssatu.com mendapatkan kiriman dari Tatin Suhartini, salah seorang Mahasiswi, STEI SEBI, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar)

Selain menampilan dialog dan actor – actor yang membuat greget juga menampilkan banyak sosok roh gaib yang bervariasi mulai dari pocong, kuntilanak, sundel bolong, suster ngesot, nenek gayung, genderuwo dan lain sebagainnya. Namun pernahkan kita berfikir dan mengevaluasi apakah akan ada dampak baik atau buruk atau sebaliknya terhadap keimanan seseorang dan psikologi anak? Ini merupakan sebuah pemikiran yang sangat jarang sekali di pikirkan oleh para orang tua. Mengenai dampak dari film horror bagi keimanan seseorang diantaranya yaitu:

Sering nonton film-film misteri atau horror baik di televisi, bioskop atau tempat-tempat lainnya, banyak dampak negatifnya dan berakibat buruk pada aqidah seseorang, terutama kalangan anak-anak yang gemar nonton televisi. Di antara dampak negatifnya adalah mendangkalkan aqidah dan merasa takut kepada setan. Ini yang banyak menimpa anak-anak zaman sekarang.

Sebab, sering menonton film misteri, pergi kemana-mana takut setan, hendak buang air kecil di malam hari minta diantar orang tuanya karena takut setan. Imam ibnul Qoyyim Rohimahulloh berkata: di antara tipu daya musuh Alloh ‘Azza wajalla (Setan) adalah menakut-nakuti orang-orang beriman agar mereka tidak memeranginya, tidak memerintahkan kepada kebaikan dan tidak melarang dari kemungkaran. Alloh ‘Azza wajalla mengabarkan bahwa ini semua adalah tipu daya setan yaitu menakut-nakuti.

Sedangkan Alloh ‘Azza wajalla melarang kita takut kepada mereka. Oleh karena itu apabila iman seorang hamba kuat maka rasa takut kepada setan akan hilang. Namun, apabila imannya itu lemah maka rasa takut kepada setan pun akan menguat.”(al-Irsyad ila Shohihil I’tiqod:57).

Sebagaimana Rasululloh Shallaahu’alaihi wasallam bersabda: “Apabila mayat itu dikubur maka datanglah dua malaikat yang hitam dan hijau. Dikatakan bahwa salah satunya munkar dan yang lainnya nakir. Lalu keduanya berkata: ‘Apa yang kamu ketahui tentang laki-laki ini (Nabi Muhammad Shallaahu’alaihi wasallam)?’

Dia menjawab: ‘Dia adalah hamba Alloh ‘Azza wajalla dan Rasul-Nya, saya bersaksi bahwa tidak ada yang berhak disembah selain Alloh ‘Azza wajalla dan saya bersaksi bahwa Muhammad Shallaahu’alaihi wasallam adalah hamba Alloh ‘Azza wajalla dan Rasul-Nya.’

Lalu kedua malaikat mengatakan: ‘Kami telah mengetahui apa yang engkau katakan. ‘Kemudian kuburannya diluaskan tujuh puluh dziro’ (hasta) serta dijadikan terang didalam kuburnya.” (HR.at-Tirmidzi: 162 dan dishohihkan oleh Syeikh al-Albani dalam ash-Shohihah: 1391). Tidak jarang kegemaran menonton fim misteri akan menggiring menuju kemusyrikan terlebih jika mereka tidak memahami aqidah Islam dengan benar.

Karena orang-orang awam akan beranggapan bahwa setan, jin, atau makhluk halus lainnya berkuasa mutlak untuk mendatangkan bencana sehingga mereka merasa takut kepada jin sebagaimana takut mereka kepada Alloh ‘Azza wajalla, bahkan mungkin lebih kuat rasa takutnya kepada jin tersebut.

Pada akhirnya, mereka melakukan ritual-ritual yang dianggap dapat menangkal para jin dan gangguan roh-roh jahat, mislanya dengan memberikan sesaji ke tempat-tempat yang dikeramatkan dan membaca mantra-mantra syirik lainnya, berlindung pada jimat, yang semua ini adalah perbuatan syirik kepada Allah ‘Azza wajalla.

Ibnu Abbas Rodhiyallahu’anhu berkata: “janganlah kalian terfitnah oleh setan dan jangan sampai ia memalingkan kalian dari mengikuti Rasululloh Shallaahu’alaihi wasallam dan membenarkan kalimatnya, sesungguhnya setan adalah penipu lagi pendusta.” (Tafsir Ibnu Katsir: 3/60)

Sedangkan Dampak Menonton Film Horror Bagi Anak-Anak Dan Remaja Yaitu: 

“Mereka (anak-anak dan remaja) itu masih dalam tahap mengembangkan daya nalar sehingga belum mampu memilah mana kenyataan dan mana fiksi,” kata Monica Sulistiawati, psikolog klinis anak, Menonton film horor yang merupakan film fiksi buatan manusia akan mengganggu perkembangan daya nalar anak-anak dan remaja.

Monica menambahkan, bila terlalu lama dibiarkan, kebiasaan ini akan menyebabkan anak dan remaja mudah terserang kecemasan. Bahkan tak jarang bila dibiarkan terlalu lama bisa mengakibatkan depresi pada anak. Monica mencontohkan beberapa kliennya yang mengalami gangguan kecemasan. Misalnya, anak-anak menjelang SMP tetapi masih takut tidur sendiri.

Ada juga anak yang melarang orang tuanya menutup pintu saat ia sedang di toilet. Atau anak-anak yang takut naik tangga sendiri karena terbayang sosok hantu di film yang pernah ditontonnya. Untuk menghindari dampak negatif dari film horor, Monica menyarankan pentingnya pendampingan orang tua saat anak memilih untuk menonton film horor.

Orang tua bisa membantu anak membedakan mana hal yang nyata dan mana yang bukan. Film horor, menurut Monica, lebih baik ditonton oleh remaja mulai usia 15 tahun. Karena di usia tersebut daya nalar telah mulai berkembang. “Apalagi kalau menonton film horor Indonesia yang biasanya banyak adegan seksualitas,”.

Tetapi Ada Efek Negatif Tertentu Yang Disebabkan Oleh Terlalu Sering Nonton Film Horor, Seperti Dilansir Empowher:

Kesulitan tidur

Film horor bukan hanya dapat menyebabkan masalah tidur pada anak-anak saja, tetapi juga dapat mengganggu tidur orang dewasa juga. Insomnia dan mimpi buruk merupakan masalah yang dapat dialami oleh orang dewasa yang gemar menonton film horor. Insomnia di malam hari mungkin tidak berbahaya jika hanya sesekali, tetapi mimpi buruk kerap sekali terjadi berulang-ulang dan menyebabkan kesulitan tidur yang kronis. Hal ini dapat mengganggu kesehatan fisik dan mental.

Memicu ketakuan yang berlebihan

Orang yang pernah mangalami trauma terhadap suatu hal akan lebih stres jika menonton film horor. Film horor dapat memicu serangan panik dan mengingatkan kembali dengan insiden yang menyebabkan trauma. Suasana yang dibangun film horor juga dapat mempengaruhi suasana hati dan kesejahteraan psikologis seseorang. Jika Anda mudah sekali merasa cemas ketika menonton film bergenre horor, hindari menontonnya dan pilih film lain agar tidak memicu ketakutan yang berlebihan.

Mudah terkejut

Orang yang gemar menonton film horor yang melibatkan adegan berlumuran darah, akan membuatnya terpengaruh dengan kekerasan dan secara teoritis film horor dapat mengubah perilaku seseorang. Orang-orang yang menonton film horor cenderung merasa bahwa kekerasan kadang-kadang dapat ditempuh untuk memecahkan konflik.

Semoga artikel yang dikirimkan Tatin Suhartini bermanfaat para pembaca newssatu.com dan menambah wawasan. (RN2)

Komentar