oleh

Kompetisi SDM Industri Perbankan Syariah Melalui Manajemen Sumber Daya Insani

News Satu, Kota Depok, Rabu 4 Oktober 2017- Bank syariah kekurangan SDM baik secara kualitas dan kuantitas. Saat ini SDM perbankan syariah masih didominasi oleh SDM yang basicnya bukan SDM dari fakultas muamalat. Artikel ini dikirim Oleh Azka Tahiyati, Staff HCM KSEI IsEF SEBI, Kota Depok, Jawa Barat (Jabar), Rabu (4/10/2017).

Peraturan dan pengawasan dalam perbankan syariah masih belum sepenuhnya mengakomodasi kegiatan operasional bank syariah yang menyebabkan integrasi pasar keuangan syariah  rendah. Ini menjadi tantangan besar perbankan syariah untuk bisa mengelolah SDM agar memahami regulasi serta aplikasi akad – akad syariah sesuai dengan fatwa DSN MUI.

Mispersepsi masyarakat terhadap produk dan layanan bank syariah disebabkan sebagian bankir bank syariah masih belum memahami secara menyeluruh bagaimana seharusnya operasional perbankan syariah yang diajarkan oleh syariat.

Dari kasus diatas, manajemen sumber daya insani merupakan pendekatan alternatif sebagai sebuah solusi yang dapat dilakukan oleh manajer perbankan syariah untuk mengupgrade skill sekaligus menjadikan SDM yang adalebih berkompeten dibidangnya.

Dalam proses manajemen sumber daya insani seorang manajer harus memetakan kebutuhan hardskill dan softskill SDM yang dibutuhkan oleh perbankan Syariah. Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal maka dalam Pengelolaan sumber daya insani dibutuhkan perencanaan yang matang dan tepat.

Manajer memiliki peran penting untuk menyusun rencana strategis dalam pengembangan SDM, diantaranya ia harus mengetahui permintaan terhadap SDM, penggunaan SDM serta penawaran SDM yang dimanifestasikan dalam jumlah karyawan saat ini dan sejumlah lamaran eksternal kepada organisasi.

Pada proses perencanaan sumber daya insani seorang manager harus bisa memperkirakan apa dan bagaimana prospek SDM yang dibutuhkan dimasa mendatang, hal ini menuntut seorang manager agar mampu menganalisa kondisi internal dan eksternal sehingga mendapat solusi  yang tepat untuk dijadikan kebijakan stadarisasi keberhasilan dimasa yang akan datang.

Dalam meningkatakan kapasitas sumber daya manusia seorang manajer perbankan syariah harus mampu membuat langkah – langkah strategis yang dapat diterapkan dalam manajemen pengelolaan sumber daya insani diantaranya membentuk kelompok kerja keuangan syariah yang meliputi sosialisasi dan edukasi.

Mengadakan training of trainer ( ToT ), setidaknya kegiatan ini dilakukan tiga bulan sekali dan terakir melakukan pemetaan dan roadmap leadership development program berkelanjutan bagi karyawan.

Maka dalam hal ini kita selaku hamba hendaklah melibatkan Allah dalam setiap aktivitas yang dikerjakan, dikarenakan perencanaan dan manajemen tidak akan berjalan efektif jika hak – hak Allah tidak ditunaikan. (Azka/RN2)

Komentar