oleh

TNI Temukan Ribuan Butir Amunisi Dan Handak Peninggalan Jepang Di Maluku

News Satu, Maluku Tenggara Barat, Sabtu 26 Agustus 2017- Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, menemukan ribuan Amunisi dan bahan peledak (Handak). Diduga ribuan Amunisi dan Handak yang ditemukan di Desa Lingat, Kecamatan Selaru, Maluku Tenggara Barat ini, merupakan peninggalan dari tentara Jepang pada perang Dunia ke II.

Penemuan tersebut berawal dari adanya laporan dari masyarakat, kemudian Dandim Saumlaki Letkol Inf Ryan Heryawan selaku Dansatgas Pulau Teluar (Puter) Pulau Selaru segera memerintahkan Kasdim 1507/Saumlaki Mayor Inf Lawiriadi beserta 6 (enam) orang anggota Makodim 1507/Saumlaki untuk mengamankan muhandak tersebut karena keberadaannya meresahkan warga.

Setibanya di lokasi, rombongan mengadakan pertemuan dengan pemerintah Desa Lingat guna menanyakan lokasi penimbunan muhandak peninggalan Jepang tersebut. Selain itu Kasdim juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya bahan peledak, meski usia bahan peledak tersebut diperkirakan sudah lebih dari 72 tahun tertimbun.

Kemudian petugas dari TNI Pulau Terlua langsung melakukan penggalian dab menemukan amunisi, ranjau anti tank, TNT, bom dan granat. Adapun muhandak yang berhasil digali berupa amunisi senapan jenis gerend berjumlah 3.634 butir kaliber 7,62 mm, dan 3 (tiga) butir amunisi anti pesawat udara milik Arhanud dengan panjang 30 cm diameter 7 cm.

“Selain itu, petugas dari TNI juga mengamankan 33 buah granat lempar, 15 buah picu ranjau darat, 18 buah ranjau anti tank dengan diameter 19 cm,  4 buah TNT  bulat dengan diameter 7 cm dan 1 buah bom panjang 90 cm diameter 17 cm,” terangnya, Sabtu (26/8/2017).

Selanjutnya muhandak  tersebut  diamankan di Makoramil 1507-07/Selaru, dan berdasarkan informasi dari masyarakat Desa Lingat, diduga masih banyak lagi titik penimbunan muhandak, mengingat Desa Lingat merupakan basis pertahanan tentara Jepang pada Perang Dunia ke II.

“Masyarakat yang ingin menggali untuk membuat pondasi rumah merasa resah, takut ada Muhandak lainnya yang masih tertimbun,” katanya.

Dandim Saumlaki memberikan beberapa penekanan kepada Danramil 1507-07/Selaru untuk selalu aktif melakukan pendekatan terhadap masyarakat di wilayahnya dengan mengoptimalkan fungsi Babinsa di daerah binaannya.

“Jika ada masyarakat yang mengetahui lokasi tempat penimbunan bahan peledak maupun senjata api peninggalan zaman perang Dunia ke II tersebut segera melaporkan kepada kami,” pungkasnya. (RN1)

Komentar