Pamekasan, Jumat 31 Juli 2026 | News Satu – Transformasi digital tidak hanya menuntut penguasaan teknologi, tetapi juga kemampuan berkomunikasi dan menyampaikan informasi secara efektif. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pamekasan menggelar pelatihan public speaking dan pembuatan konten publik bagi siswa dan guru SMAN 1 Pamekasan, Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung di aula SMAN 1 Pamekasan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang literasi digital, komunikasi publik, dan kreativitas konten di kalangan pelajar maupun tenaga pendidik.
Pelatihan diikuti oleh perwakilan siswa dan guru dengan materi yang dirancang menyesuaikan kebutuhan era digital. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai public speaking, teknik penulisan rilis berita, copywriting, desain grafis, fotografi, hingga videografi sebagai bekal membangun komunikasi yang efektif di ruang digital.
Kepala Diskominfo Pamekasan, Muttaqin, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Arif Rachmansyah, mengatakan bahwa percepatan perkembangan teknologi digital menuntut masyarakat, termasuk dunia pendidikan, untuk memiliki kemampuan yang adaptif.
Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab meningkatkan literasi digital masyarakat agar mampu memanfaatkan berbagai platform digital secara produktif, kreatif, dan bertanggung jawab.
“Saat ini kita berada di era percepatan teknologi digital. Pemerintah hadir untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yang setiap hari berinteraksi dengan berbagai platform digital,” ujar Muttaqin, Jumat (31/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa perubahan pola konsumsi informasi akibat masifnya penggunaan internet dan perangkat digital membuat kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki generasi muda.
Karena itu, sekolah tidak hanya berperan mencetak siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga harus mampu membentuk karakter pelajar yang cakap berkomunikasi, memiliki etika digital, berpikir kreatif, serta mampu menyampaikan informasi secara bijak kepada masyarakat.
“Sekolah sebagai lembaga pendidikan tidak lagi hanya dituntut mencetak siswa berprestasi, tetapi juga harus mampu melahirkan generasi yang mampu berkomunikasi dengan baik, bijak, kreatif, dan bertanggung jawab di tengah masyarakat,” tegasnya.
Selain meningkatkan kemampuan berbicara di depan publik, pelatihan juga diarahkan untuk membangun kemampuan peserta dalam menghasilkan konten digital yang informatif, menarik, dan memiliki nilai edukasi. Kompetensi tersebut dinilai semakin penting seiring berkembangnya media sosial sebagai ruang utama penyebaran informasi.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang IKP Diskominfo Pamekasan Arif Rachmansyah, perwakilan Kepala SMAN 1 Pamekasan, para narasumber, serta peserta dari unsur guru dan siswa.
Menutup kegiatan, Arif Rachmansyah mengajak seluruh peserta menjadikan pelatihan sebagai langkah awal membangun budaya literasi digital sekaligus memperkuat citra positif sekolah melalui konten yang kreatif dan berkualitas.
“Hari ini kita belajar bersama mengenai literasi digital dan bagaimana membangun branding yang kuat bagi sekolah maupun siswa agar mampu bersaing di era digital,” pungkasnya. (Yudi)







