News Satu, OKI, Rabu 29 Agustus 2018- Pemerintah Desa (pemdes) terutama di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diharapkan agar lebih berinovasi dan kreatif dalam mengembangkan teknologi tepat guna, dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa masing-masing, salah satunya melalui badan usaha milik desa (BUMdes). Dengan demikian Desa tidak harus bergantung dengan Dana Desa (DD).

“Kades harus banyak memiliki inovasi sehingga nantinya tidak selalu bergantung dengan dana desa. Sejak 2015 digulirkan dana desa yang ditampung di rekening kas desa OKI menjadi kabupaten terbaik dalam memberikan laporan dan realisasi dana desa di Sumsel,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) OKI, Hj Nursula S.Sos, Rabu (29/8/2018), di Gedung Kesenian Kayuagung.

Menurut Nursula, sesuai Undang-undang No 6 Tahun 2004 tentang desa. Desa memiliki strategis badan penting dalam pembangunan Indonesia, dimana desa diperankan sebagai aktor dan subjek utama pembangunan mulai dari perencanaan sekaligus pelaksanaan dimulai dari desa.

“Saya senang sekali kegiatan Bursa Inovasi Desa ini sangat diapresiasi semua kades dan perangkat desa se OKI,” bebernya.

Bursa Inovasi Desa yang digelar Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) OKI tahun 2018 memiliki makna yang strategis dalam rangka memadukan langkah dan strategis pelaksana pembangunan.

Sehingga tercapainya sinergi diantara para pemangku kepentingan pembangunan desa pada khususnya pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi pada umumnya.Para pemangku kepentingan dimaksud pemerintah provinsi, daerah dan desa.

“Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemerintah, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui peningkatan kapasitas desa dalam mengembangkan, rencana dan pelaksana desa secara berkualitas,” terangnya. (Hasan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.