News Satu, Ogan Komering Ilir (OKI), Jumat 7 Juni 2019- Sebuah spead boat bermuatan penumpang anak-anak di bawah umur terbalik di Sungai Komering Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Spead boat yang terbalik itu penumpangnya anak-anak yang umurnya masih 12 hingga 15 tahun dari wilayah Kecamatan Kayuagung, yakni Sidakersa dan Sukadana.

“Hampir saja keponakan kami jadi korban, beruntung saat mau ikut naik stempel alias spead boat yang satu utasnya (sekali putaran) Sungai Komering Kayuagung sebesar Rp 10 ribu per orang. Keponakan kami dimarahi oleh ibunya, bahkan sempat dilempar oleh ibunya dengan botol Aqua sehingga ponakan kami tidak jadi naik spead boat tersebut,”  katanya Solmah (38), warga setempat, Jumat (7/6/2019).

Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa. Namun sebagi penumpang mengalami trauma.

“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, semuanya selamat. Caca (12) dan adiknya yang berumur 10 tahun anaknya Pak Zuki dan Erma itu selamat, meskipun punggung Caca ada goresan dan  memar, kemungkinan karena saat diselamatkan Caca masih berada didalam air dan ditimpa spead  boat tersebut,” ujarnya.

Dari pantauan di lapangan, beruntung kecelakaan spead boat tersebut tepat di pinggir sungai di dekat Kelurahan Mangunjaya dan spead boat lainnya secara bersama menolong para korban yang terbalik. Trakhir terlihat Caca (12) berjenis kelamin perempuan  yang informasinya masih duduk di kelas 6 di SDN 4 sementara adiknya masih duduk di SDN 17 Kayuagung tersebut juga sebelumnya berhasil diselamatkan.  Berselang 5 menit dari kejadian hujan lebat secara tiba-tiba.

Saat itu tidak ada pihak aparat maupun dinas terkait di TKP, tim penyelamat murni dari para sopir spead boat lainnya yang langsung berjibaku menyelamatkan para korban. Meskipun sebelum kejadian memang ada tim dari Dishub OKI dan BPBD OKI di Sungai Komering Kayuagung yang menggunakan perahu karet atau sekoci.

Menanggapi peristiwa tersebut, salah satu anggota DPRD OKI Abdul Hamid SH menegaskan, dengan kejadian tersebut, dinas terkait hendak betul-betul menyikapi kejadian ini. Sejak awal kita wanti-wanti, namun sepertinya kurang begitu diindahkan, tim harusnya standby di beberapa titik.

“Hendaknya penumpang dilengkapi dengan  life jacket, pelampung dan alat-alat lain yang dibutuhkan dalam kondisi darurat sehingga apabila terjadi kecelakaan, korban mudah untuk segera dievakuasi,atau setidaknya para penumpang dan sopir spead boat diberi pengarahan sebelum speedboat dioperasikan, sehingga kecelakaan dapat diminimalisir,”  tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak atau dinas terkait yang memberikan konfirmasinya. (Hasan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.