oleh

Warga Kayuagung Ogan Komering Ilir (OKI) Terus Keluhkan Jalan Rusak

News Satu, OKI, Jumat 31 Agustus 2018- Warga Kayuagung, Ogan Komering Ilir (OKI) Sumatera Selatan (Sumsel) terus keluhkan jalan rusak di pangkal dan kuku Jembatan Kayuagung. Bahkan, jalan rusak tersebut sering terjadi kecelakaan, karena banyak pengendara menghindari jalan yang berlubang.

“Ya kerap terjadi kecelakaan, baik laka sendiri maupun antar pengendara yang satunya, akibat menghindari jalan berlubang tersebut,” kata Yono salah seorang warga Pedamaran Timur, Jumat (30/8/2018).

Ia mengatakan, jalan yang rusak tersebut mulai dari jalan Pedamaran Timur-Sepucuk Kayuagung hingga jalan di pangkal Jembatan Kayuagung. Bahkan sering terjadi kemacetan dikarenakan jalannya rusak dan banyak kerikil yang berterbaran di jalan.

“Kami harap Pemerintah Daerah Kabupaten OKI segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut, agar tidak terjadi kecelakaan dan kemacetan,” tandasnya.
Rusaknya jalan di mulai dari Jalan Pedamaran Timur hingga Kayuagung, terjadi karena sering dilewati oleh mobil PT Waskita yang saat ini di percaya membangun jalan Tol dari Kayuangung hingga Pematang Panggang.

“Kami akan memperbaiki jalan yang rusak tersebut,” kata Kepala Koordinator Pelaksana Pembangunan Jalan Tol Kayuagung-Pematang Panggang dari PT Waskita Karya Sesi III, Maryono.

Mengenai jalan yang rusak di kuku dan pangkal Jembatan Kayuagung, pihaknya telah menginstruksikan kepada penanggungjawab perbaikan jalan. Selain itu, pihaknya juga akan membersihkan kerikil maupun batu-batu kecil yang berserakan untuk menghindari terjadinya kecelakaan.

‘’Untuk pengecoran akan dilakukan pada hari Sabtu malam (1/9/2018) ini, sesuai dengan permintaan masyarakat, sebab kalau dilakukan di siang hari atau di hari-hari lainnya takutnya terjadi kemacetan,” pungkasnya.

Ia menambahkan, untuk mobil PT Waskita Karya yang melintas melalui jalur lama, lewat jembatan Kayuagung. Hal itu dilakukan agar tidak menambah kerusakan jalan di Kayuagung dan Padamaran Panggang.

“Mobil milik PT Waskita Karya maupun mobil Subkontraktor tidak lagi melewati Jembatan Kayuagung, kalau ada yang lewat langsung suruh balik saja, kalau memaksa untuk tetap melalui jalur lama, maka pihak PT Waskita Karya tidak bertanggung jawab. Laporkan saja bila memang masih ada yang lewat jalur lama, jalur baru ya melalui Kelurahan Sukadana,’’ tutupnya.(Hasan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.