oleh

Pertandingan Berahir Ricuh, Manajemen MU Akan Kirim Surat Protes

News Satu, Pamekasan, Sabtu 14 Oktober 2017- Pertandingan antara Madura United melawan Borneo FC dalam lanjutan Liga 1, di Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) Pamekasan, Jum’at (13/10/2017) malam, berakhir ricuh.

Kericuhan terjadi usai wasit yang memimpin laga tersebut meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Hasan Akrami, bertindak sebagai wasit dalam pertandingan itu, didampingi dua asisten, yakni Alireza Liderom dan Hasan Zahiri.

Begitu pertandingan berakhir, seseorang berbaju putih tiba-tiba masuk lapangan dan berusaha menendang Hasan Akrami saat masih berada di tengah lapangan. Hasan Akrami berupaya meninggalkan lapangan, namun saat berlari meninggalkan lapangan, seorang pria berbaju hitam dan bercelana jins, sempat melayangkan tendangan. Wasit asal Iran itu akhirnya berhasil meninggalkan lapangan dengan kawalan aparat keamanan.

Menurut Manajer Madura United, Haruna Soemitro, pada pertandingan malam tadi membuktikan bahwa kepemimpinan wasit asing memberikan contoh yang tidak baik dalam kepemimpinannya. Salah satu buktinya, lanjut Haruna, gol yang dicetak oleh Peter Odemwingie dianulir oleh asisten wasit.

“Bola itu diterima Dane murni bola ribbon, kemudian diberikan kepada Peter, kenapa dianggap offside oleh wasit,” katanya Sabtu (14/10/2017).

Selain itu, wasit secara tiba–tiba memberikan kartu merah kepada Dane Milovanovic yang dianggap melakukan protes keras kepada wasit. Nyatanya, kartu merah diberikan kepada Dane sebelum Dane melakukan protes kepada wasit.

“Saya sudah menyiapkan nota protes yang akan diberikan kepada PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB). Selama ini saya masih bersabar dengan kepemimpinan wasit asing, tapi kali ini saya tidak akan diam. Nota ini merupakan bukti bahwa manajemen tidak selalu membual,” ujarnya. (Ipul)

Komentar