Bupati Kholilurrahman Pastikan Pembangunan Tetap Jalan Meski Efisiensi Anggaran

Pamekasan, Jumat 27 Februari 2026 | News Satu- Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Pamekasan bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, kegiatan ini justru menjadi ruang konsolidasi antara ulama dan umara untuk memastikan pembangunan daerah tetap berjalan sesuai arah RPJMD 2025–2029.

Safari Ramadan digelar di Kecamatan Pakong dan berlanjut Kamis sore di Kecamatan Pegantenan. Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman, hadir langsung dalam rangkaian kegiatan tersebut bersama jajaran pimpinan OPD, tokoh masyarakat, dan para ulama setempat.

Suasana berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Bupati dan jajaran pemkab duduk bersila bersama para kiai dan masyarakat, memperkuat komunikasi dua arah antara pemerintah daerah dan elemen strategis di akar rumput.

Bupati Kholilurrahman menegaskan, Safari Ramadan menjadi instrumen penting untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan aspirasi ulama dan masyarakat.

“Kita berharap dengan silaturahmi ini komunikasi antara ulama dan umara bisa terjalin dengan baik. Kalau ulama dan umara sudah tersambung, insyaallah pembangunan tidak akan terkendala,” ujarnya, Jumat (26/2/2026).

Menurutnya, harmoni antara pemimpin formal dan pemimpin moral menjadi kunci keberhasilan pembangunan di Kabupaten Pamekasan. Ia tidak ingin program pemerintah bertabrakan dengan pandangan ulama, begitu pula sebaliknya.

“Tidak boleh ada miskomunikasi. Kami tidak ingin program pemerintah melabrak kebijakan ulama, dan kami juga tidak ingin program ulama melabrak kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Bupati Pamekasan memastikan seluruh program prioritas daerah tetap dimaksimalkan, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, kesehatan, hingga infrastruktur, dengan menyesuaikan kapasitas fiskal daerah. Ia menekankan pembangunan tidak boleh timpang.

“Semua harus berjalan. Tidak hanya maksimal di sektor kesehatan lalu mengesampingkan pendidikan. Pendidikan, ekonomi, infrastruktur, semuanya harus bergerak bersama,” katanya.

Terkait efisiensi anggaran, ia optimistis hal tersebut tidak akan menjadi penghambat apabila seluruh elemen memahami kondisi fiskal daerah dan menjaga soliditas. Safari Ramadan pun menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi, memperkuat dukungan moral, serta menjaga stabilitas sosial dalam menjalankan agenda pembangunan daerah. (Yudi)