Skrol untuk membaca pos
Example 325x300

Bupati Pamekasan Datangi Rumah Duka ABK Korban Tenggelamnya KMP Virgo

News Satu
Bupati Pamekasan Datangi Rumah Duka ABK Korban Tenggelamnya KMP Virgo
Bupati Pamekasan Datangi Rumah Duka ABK Korban Tenggelamnya KMP Virgo
A-AA+A++

Pamekasan, Rabu 16 September 2026 | News Satu- Duka mendalam menyelimuti keluarga Nurul Riyan Hidayat (33), Anak Buah Kapal (ABK) yang menjadi korban tenggelamnya KMP Virgo. Jenazah korban akhirnya tiba di kampung halamannya di Dusun Sembung, Desa Teja Timur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (16/9/2026), setelah melalui proses evakuasi dan identifikasi.

Kedatangan jenazah menjadi momen haru bagi keluarga dan warga sekitar. Peti jenazah yang dibawa menggunakan ambulans milik BPBD Provinsi Jawa Timur dari Surabaya tiba sekitar pukul 10.58 WIB dan langsung disambut isak tangis keluarga yang telah menunggu sejak pagi.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi keluarga korban. Riyan meninggalkan seorang istri, Azimatul Munirah, yang saat ini tengah mengandung enam bulan, serta seorang anak yang masih berusia 1 tahun 7 bulan.

Perhatian terhadap keluarga korban juga datang langsung dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman hadir di rumah duka bahkan sebelum jenazah tiba. Kehadirannya menjadi simbol empati dan dukungan pemerintah daerah kepada keluarga yang tengah menghadapi kehilangan besar.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga memimpin langsung salat jenazah sebelum almarhum dimakamkan. Turut hadir Sekretaris Daerah Pamekasan Taufikurrahman, Kepala BPBD Mohammad Dhafir Rasidi, Kepala Dinas Sosial Herman Hidayat Santoso, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Kholilurrahman menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia mengapresiasi ketabahan orang tua dan istri almarhum yang harus menghadapi cobaan berat di tengah kehilangan sosok tulang punggung keluarga.

Menurutnya, almarhum meninggal dunia saat menjalankan tugas sebagai awak kapal sehingga pengabdiannya patut mendapatkan penghormatan.

Bupati juga menyoroti pentingnya pemenuhan hak-hak keluarga korban, termasuk jaminan sosial yang seharusnya diterima karena almarhum meninggal saat menjalankan tugas pekerjaan.

Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan seluruh hak korban dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Korban meninggal saat menjalankan tugas. Karena itu hak-haknya harus menjadi perhatian bersama,” ujarnya.

Selain perusahaan tempat korban bekerja, Bupati juga berharap pemerintah dan seluruh pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan hidup keluarga yang ditinggalkan, terutama istri korban yang sedang hamil dan anak yang masih balita.

Tragedi tenggelamnya KMP Virgo kembali mengingatkan pentingnya perlindungan dan jaminan sosial bagi para pekerja sektor transportasi laut yang setiap hari menghadapi risiko tinggi saat menjalankan tugas di tengah perairan.

Kini, keluarga Nurul Riyan Hidayat hanya berharap dukungan dan perhatian dari berbagai pihak agar dapat melanjutkan kehidupan setelah kehilangan sosok suami sekaligus ayah yang selama ini menjadi tulang punggung keluarga. (Yudi)