Pamekasan, Selasa 3 2026 | News Satu- Bupati Pamekasan, Jawa Timur, Dr. KH. Kholilurrahman, menegaskan Kecamatan Waru sangat layak menyandang predikat sebagai “kota kedua” setelah pusat kota Pamekasan. Pernyataan itu didasarkan pada pesatnya perputaran ekonomi dan tingginya aktivitas masyarakat di wilayah pantai utara (Pantura) tersebut.
Penegasan itu disampaikan saat Safari Ramadan di Pendopo Kecamatan Waru, yang dihadiri Sekretaris Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala desa se-Kecamatan Waru, serta masyarakat umum.
“Waru ini mencuat sebagai kota kedua di Pamekasan, dan memang sangat layak. Dari sisi keramaian, perputaran ekonomi, dan berbagai aspek lainnya, insyaallah Waru pantas menempati posisi itu,” ujar Kholilurrahman, Selasa (3/2/2026).
Menurut Bupati, salah satu indikator nyata pertumbuhan ekonomi Waru terlihat dari ramainya Pasar Tradisional Waru. Aktivitas jual beli yang padat menjadi gambaran bahwa roda ekonomi masyarakat bergerak aktif.
“Kalau pasar ramai, berarti ekonomi berjalan. Ukurannya pasar,” tegasnya.
Waru dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi kawasan Pantura dan wilayah sekitarnya. Mobilitas warga yang tinggi serta pertumbuhan usaha mikro dan perdagangan menjadi penopang utama geliat ekonomi tersebut.
Di balik pertumbuhan ekonomi itu, Bupati juga menyoroti perlunya penataan agar kemajuan tidak menimbulkan persoalan baru, terutama kemacetan dan gangguan lalu lintas di sekitar pasar. Ia meminta para pedagang tidak lagi berjualan di luar pagar yang telah dibangun pemerintah, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan pengguna jalan.
“Kedepan pedagang jangan berdagang di luar pagar lagi supaya tidak mengganggu akses jalan,” pesannya.
Selain itu, Kholilurrahman meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) bersama Sekda mengupayakan pembangunan akses jalan di depan Pasar Waru, meski dengan keterbatasan anggaran.
“Saya minta PU dan Pak Sekda membangun akses jalan di depan pasar itu, kalau memang anggarannya terbatas bisa dilakukan bertahap,” harapnya.
Dengan dukungan infrastruktur dan penataan kawasan yang lebih tertib, Waru diyakini mampu berkembang sebagai simpul ekonomi baru di Kabupaten Pamekasan. Pemerintah daerah pun diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kenyamanan ruang publik.
Safari Ramadan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan di wilayah Pantura Pamekasan. (Yudi)






