oleh

Pemkab Dan FRPB Pamekasan Droping Bantu Air Bersih Ke 77 Desa

News Satu, Pamekasan, Senin 7 September 2020- Sama dengan tahun sebelumnya dari 13 Kecamatan di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, telah ditetapkan 11 kecamatan terdampak kekeringan. Tercatat, hanya Kecamatan Kota Pamekasan dan Kecamatan Pakong saja, yang terbebas dari bencana kekeringan setiap tahunnya.

Tim Gabungan Bantuan Air Bersih secara simbolis siap dilepas Bupati Pamekasan dari Kantor Pemkab. Sebanyak 11 armada tangki air bersih disiapkan untuk selanjutnya terjadwal menyebar di setiap kecamatan terdampak di kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.

“Semoga bantuan air bersih gratis ini bermanfaat untuk warga terdampak kekeringan,  Penyalurannya di masyarakat harus tepat sasaran. Warga penerima, juga wajib terapkan protokol kesehatan,” harap H. Baddrut Tamam, Senin (7/9/2020).

Pihak Pemkab melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah /BPBD Kabupaten Pamekasan, telah memetakan ada 77 desa dan 311 dusun pada 11 Kecamatan tersebut. Semua terdampak kekeringan dan digolongkan ke dalam 2  kategori jenis kekeringan.

Secara teknis, lokasi kategori kering kritis yakni wilayah dengan akses sumber air berada sejauh lebih dari 30 km. Kemudian, untuk kering langka akses sumber air berada tidak lebih dari 30 km.

Pemkab Pamekasan telah melakukan pengkajian bersama tim. Tentunya, melalui pertimbangan dan koordinasi dengan BMKG. Sehingga bisa menjadi dasar terbitnya Surat Keputusan SK Bupati Pamekasan tentang Bencana Kekeringan.

“Alhamdulillah, SK siaga darurat, penerima bantuan air dan tanggap darurat, sudah rampung,” tegasnya.

Sementara, itu sebagaimana tahun sebelumnya, relawan FRPB Pamekasan, juga telah menyiapkan tim dan armada bantuan air gratisnya. Nanti, mereka akan bergerak secara swadaya melalui program FRPB Peduli ke pelosok desa terdampak kekeringan.

Sebagai proyeksi, bantuan air bersih yang disalurkan relawan 2019 lalu mencapai hampir sejuta liter selama 3 bulan aksi. Jika dihitung setara dengan 9 tangki dengan kapasitas 8.000 liter, yang menyebar di pelosok kecamatan terdampak, hingga pesisir Pamekasan.

“Kami telah siapkan armada dan wadah donasi, untuk bantuan air bersih masyarakat tahun ini. Terutama, bagi donatur yang ingin turut membantu salurkan air bersih secara swadaya,” papar, Budi Cahyono, Ketua FRPB Pamekasan. (Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.