Pamekasan, Senin 30 Maret 2026 | News Satu- Keputusan pemerintah membatalkan rencana penerapan pembelajaran daring sebagai antisipasi krisis global mendapat dukungan dari Dewan Pendidikan Pamekasan. Kebijakan ini dinilai lebih realistis di tengah masih lebarnya kesenjangan akses internet di berbagai daerah.
Ketua Dewan Pendidikan Pamekasan, Sahibuddin, menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka tetap menjadi metode paling efektif, tidak hanya untuk transfer ilmu tetapi juga pembentukan karakter siswa.
“Pembelajaran langsung di kelas memungkinkan interaksi aktif antara guru dan siswa, yang sangat penting untuk membangun akhlak peserta didik,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menilai, wacana pembelajaran daring tidak bisa diterapkan secara merata karena masih adanya ketimpangan infrastruktur digital, khususnya di wilayah pelosok. Kondisi tersebut berpotensi memperlebar kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah. Menurutnya, meskipun sistem daring relatif mudah diterapkan di kawasan perkotaan, realitas di lapangan menunjukkan banyak daerah masih menghadapi kendala jaringan komunikasi yang tidak stabil.
“Di kota mungkin memungkinkan, tetapi di daerah terpencil masih menjadi hambatan besar,”pungkasnya.
Dewan Pendidikan Pamekasan menilai, tanpa kesiapan infrastruktur yang merata, kebijakan sekolah daring berisiko menimbulkan ketidakadilan akses pendidikan.
Karena itu, pembatalan rencana tersebut dianggap sebagai langkah tepat untuk menjaga kualitas pendidikan tetap merata, sekaligus memastikan seluruh siswa mendapatkan hak belajar secara optimal melalui interaksi langsung di ruang kelas. (Yudi)
