Pamekasan, Kamis 25 Juni 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten Pamekasan terus memperkuat layanan kesehatan dengan meningkatkan kapasitas pelayanan hemodialisa (HD) di RSUD Smart Pamekasan. Sebanyak 10 unit alat cuci darah baru ditambahkan untuk menjawab tingginya kebutuhan layanan bagi pasien gagal ginjal.
Dengan penambahan tersebut, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Pamekasan itu akan memiliki total 19 unit mesin hemodialisa. Langkah ini diharapkan mampu memperluas akses pelayanan sekaligus mengurangi antrean pasien yang selama ini harus menjalani terapi rutin.
Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, mengatakan peningkatan fasilitas kesehatan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan medis yang lebih modern, cepat, dan berkualitas bagi masyarakat.
Menurutnya, penambahan alat hemodialisa menjadi salah satu prioritas karena jumlah pasien yang membutuhkan terapi cuci darah terus meningkat.
“Saat ini seluruh alat tambahan telah memasuki tahap pemasangan. Sebelum digunakan untuk melayani pasien, rumah sakit masih harus menyelesaikan proses administrasi dan perizinan, termasuk kerja sama dengan BPJS Kesehatan,” ujar Kholilurrahman, Kamis (25/5/2025).
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat, menjelaskan pihaknya menargetkan seluruh alat baru mulai beroperasi pada September hingga Oktober 2026.
Menurutnya, saat ini proses yang masih berlangsung adalah penyelesaian izin operasional serta administrasi kerja sama dengan BPJS Kesehatan agar layanan dapat diakses oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Insyaallah sekitar September atau Oktober sudah bisa dioperasikan. Saat ini tinggal proses perizinan, termasuk kerja sama dengan BPJS,” kata Syaiful.
Selain menambah fasilitas, RSUD Smart Pamekasan juga menyiapkan tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi khusus di bidang hemodialisa melalui program pelatihan guna memastikan kualitas pelayanan tetap optimal.
Dengan bertambahnya kapasitas layanan, pasien gagal ginjal di Pamekasan diharapkan tidak lagi harus menjalani terapi cuci darah di luar daerah, sehingga dapat menghemat waktu, biaya perjalanan, dan mengurangi beban fisik selama menjalani pengobatan rutin.
Pemerintah daerah juga menargetkan layanan hemodialisa di RSUD Smart Pamekasan mampu melayani pasien dari kabupaten lain di Madura maupun wilayah sekitar.
Apabila seluruh proses administrasi dan kerja sama dengan BPJS Kesehatan telah rampung, layanan tersebut diharapkan dapat ditanggung melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional sehingga masyarakat tetap memperoleh akses pelayanan tanpa terbebani biaya pengobatan yang tinggi.
Penambahan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat RSUD Smart Pamekasan sebagai rumah sakit rujukan di wilayah Madura. (Yudi)







