Viral Dugaan Pemukulan Ajudan, Bupati Pamekasan Dan DS Akhirnya Buka Suara

Pamekasan, Rabu 19 Agustus 2026 | News Satu- Isu dugaan pemukulan terhadap seorang ajudan oleh Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman yang sempat viral di media sosial dan sejumlah media lokal akhirnya mendapat klarifikasi langsung dari pihak yang disebut menjadi korban.

Ajudan Bupati berinisial DS menegaskan bahwa informasi yang beredar terkait adanya pemukulan terhadap dirinya tidak benar dan merupakan kabar yang tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Pernyataan tersebut disampaikan DS untuk merespons ramainya pemberitaan dan perbincangan publik yang berkembang beberapa hari terakhir setelah muncul narasi dugaan kekerasan fisik di lingkungan Rumah Dinas Bupati Pamekasan.

Menurut DS, peristiwa yang terjadi pada Senin (17/8/2026) berlangsung menjelang pelaksanaan Upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ia menjelaskan, saat itu Bupati Pamekasan tiba di rumah dinas ketika sejumlah tamu undangan sudah hadir. Karena terburu-buru menuju ruang kerja, pintu ruangan ditutup dengan cukup keras saat Bupati masuk ke area peringgitan.

“Ketika itu undangan sudah banyak yang datang sehingga Bapak Bupati buru-buru masuk ke ruang kerja dan menutup pintu agak keras,” ujar DS, Rabu (19/8/2026).

DS mengakui bahwa setelah keluar dari ruang kerja, Bupati sempat menegur dan meluapkan kekesalan karena menemukan sampah yang masih berserakan di beberapa titik rumah dinas.

Namun, ia membantah keras adanya tindakan pemukulan sebagaimana yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Saat memberikan teguran, beliau memang menunjuk ke arah wajah saya. Tetapi saya tegaskan tidak ada pemukulan dalam kejadian tersebut,” katanya.

Klarifikasi DS sekaligus menjadi bantahan terhadap berbagai narasi yang berkembang di ruang digital yang menyebut dirinya mengalami kekerasan fisik saat menjalankan tugas sebagai ajudan kepala daerah.

Sementara itu, Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman juga menyampaikan penjelasan serupa. Ia menegaskan bahwa tuduhan pemukulan terhadap ajudannya tidak pernah terjadi.

Menurut Kholilurrahman, yang terjadi saat itu adalah bentuk teguran kepada staf terkait kondisi kebersihan di lingkungan rumah dinas menjelang agenda kenegaraan.

“Sangat tidak benar kalau ada pemukulan. Kalau dimarahi memang iya, tetapi bentuknya seperti orang tua menegur anaknya,” ujar Kholilurrahman.

Ia juga menegaskan bahwa setelah memberikan teguran tersebut, dirinya langsung menyampaikan permintaan maaf kepada DS. Menurutnya, langkah itu kerap dilakukan setelah memberikan pembinaan atau arahan kepada staf yang bekerja bersamanya.

“Kalau setelah memberikan arahan atau pembinaan saya merasa perlu meminta maaf, itu memang sering saya lakukan kepada staf,” katanya.

Meski bantahan telah disampaikan oleh kedua pihak yang terlibat langsung, isu tersebut sempat memicu perdebatan luas di media sosial dan menarik perhatian publik. Klarifikasi dari DS dan Bupati Pamekasan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih utuh terkait peristiwa yang sebenarnya terjadi di lingkungan rumah dinas menjelang peringatan HUT ke-81 RI. (Yudi)