Probolinggo, Sabtu 17 Januari 2026 | News Satu- Aktivitas melaut nelayan di perairan Kota Probolinggo mengalami penurunan signifikan akibat kondisi cuaca laut yang tidak bersahabat. Angin kencang dan gelombang yang tidak menentu membuat banyak nelayan memilih menambatkan perahu dan menunda pencarian ikan demi keselamatan.
Hasanuddin (40), nelayan asal Kelurahan Mayangan, Kota Probolinggo, mengungkapkan bahwa sebagian besar nelayan memilih beristirahat dan tidak melaut dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca yang sulit diprediksi dinilai berisiko tinggi jika tetap memaksakan diri ke laut.
“Banyak yang memilih libur melaut,” ujar Hasanuddin, Sabtu (17/1/2026).
Ia menjelaskan, hembusan angin yang cukup kencang menjadi alasan utama para nelayan enggan turun ke laut. Situasi tersebut membuat nelayan lebih berhati-hati agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan keselamatan jiwa.
“Cuacanya tidak menentu, anginnya cukup kencang, jadi nelayan tidak berani mengambil risiko,” katanya.
Hal serupa disampaikan Moh Sairi, nelayan asal Kelurahan Jrebeng Lor, Kota Probolinggo. Menurutnya, selain faktor cuaca, berhentinya aktivitas melaut juga dipengaruhi momen peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat setempat.
“Selain karena cuaca laut yang kurang baik, ini juga bertepatan dengan peringatan Isra Mi’raj yang memang sudah menjadi tradisi umat Islam di Probolinggo,” ujarnya.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada aktivitas ekonomi nelayan di wilayah pesisir. Para nelayan berharap cuaca segera membaik agar mereka dapat kembali melaut dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. (Bambang)






