oleh

Benarkah Ada Kelompok Teroris Di Kota Probolinggo ???

News Satu, Probolinggo, Senin 19 Februari 2018- Penangkapan ML (23) warga Kelurahan Sumber Wetas, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) yang diduga anggota Teroris oleh Polres setempat, karena akan menyerang anggota Polisi dengan sebilah pedang pada Selasa (13/2/2018) sekitar pukul 16.42 Wib membuat resah masyarakat.

Bahkan saat ini, masyarakat juga bertanya-tanya apakah ada kelompok teroris di Kota Probolinggo. Berdasarkan investigasi reproter newssatu.com terhadaps sejumlah ulama atau kiai di Kota Probolinggo, memang ada orang yang meminta untuk membangun Pondok Pesantren di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo.

“Akan tetapi sama warga ditolak, karena ajaran yang mereka bawa berbeda dengan warga setempat, namun saya tidak bisa memastikan apakah mereka teroris atau bukan, tapi yang pasti ajaran agamanya berbeda dengan tradisi kami,” kata Ketua RT 1/RW 6 Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo, Marsu, Senin (19/2/2018).

Selain itu lanjut Marsu, orang yang mengajukan ijin untuk mendirikan Pondok Pesantren (Ponpes) tersebut jarang keluar rumah dan tidak pernah berbaur dengan masyarakat. Sehingga, menimbulkan pertanyaan besar di kalangan masyarakat.

“Saya lihat orangnya tidak pernah berbaur dengan warga dan sering berdiam diri dirumahnya, namun setelah ada penangkapan ML orang itu sudah tidak kelihatan lagi dan kayaknya pindah dari sini,” terang Marsu.

Sementara, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo Gufron Hadi mengatakan, diduga ada 4 aliran keras masuk Kota Probolinggo yang diketahuinya Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) lalu terpecah menjadi Jamaah Anshorut Syariah (JAS), ISIS dan Jamaah Anshorut Tauhid (JAS).

“Memang ada empat (4) aliran yang masuk ke Kota Probolinggo, tapi untuk yang kasus ML saya tidak tahu masuk aliran yang mana,” terangnya dengan singkat kepada sejumlah awak media. (Bambang)

Komentar

News Feed