oleh

Petani Bawang Merah Di Probolinggo Terancam Merugi

News Satu, Probolinggo, Rabu 4 Juli 2018- Para petani bawan merah di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim) terancam mengalami kerugian. Pasalnya, tanaman bawang merah di serang ulat dan tidak bisa di panen.

“Seharusnya saat ini memasuki masa panen, tapi banyak tanaman bawan saya yang diserang ulat,” kata Fajar salah seorang petani bawang merah di Desa Watu Wungkuk, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu (4/7/2018).

Tanaman bawang merah milik para petani banyak yang diserang ulat dan daunnya menguning, kemudian tanaman yang terserang tersebut langsung mati. Akibatnya para petani harus melakukan panen lebih awal agar tidak semua tanamannya tidak mati semua.

“Sebagian petani terpaksa memanennya lebih awal agar tidak terserang semua. Bahkan ada sebagian petani terpaksa harus membiarkan tanamannya dimakan ulat, karena jika di panen tidak sesuai dengan biaya panen,” ungkapnya.

Para petani berharap agar ada langkah pasti dari Pemerintah Daerah Kabupaten Probolinggo dalam mengatasi serangan hama ulat yang menyerang tanaman bawangnya. Selain itu, mereka juga meminta agar ada bantuan bibit bawang merah gratis dari Pemkab, sehingga para petani bisa kembali menanam bawang merah.

“Ya semoga saja ada langkah pasti Pemkab Probolinggo, dan ada bantuan bibit bawang kepada kami,” pungkasnya.

Sementara, Produksi bawang merah di Kabupaten Probolinggo pada tahun 2017 sekitar 60.399  ton dengan luas panen mencapai 5.967 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan dan terbesar ada di Kecamatan Dringu seluas 1.589 hektare, disusul Kecamatan Tegalsiwalan seluas 1.464 hektare, serta Kecamatan Gending seluas 982 hektare dan Kecamatan Leces seluas 855 hektare. (Bambang)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.