Probolinggo, Rabu 15 Juli 2026 | News Satu – Perbedaan hasil pemeriksaan gula darah antara program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pemeriksaan di fasilitas kesehatan atau kegiatan layanan kesehatan lainnya dinilai sebagai hal yang dapat terjadi secara medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan gula darah, khususnya gula darah acak, dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk waktu pemeriksaan, pola makan, serta kondisi tubuh seseorang saat dilakukan tes.
Penjelasan tersebut disampaikan menyusul adanya pertanyaan dari sejumlah warga mengenai perbedaan hasil skrining CKG dengan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan pada rangkaian kegiatan Semipro 2026.
“Kalau periksa dengan selisih tanggal, hasilnya bisa saja berbeda. Misalnya saat pemeriksaan di CKG seseorang baru selesai mengonsumsi makanan atau minuman manis maupun tinggi karbohidrat, maka kadar gula darah dapat meningkat,” kata dr. Intan, Rabu (15/7/2026).
Menurut dr. Intan, Cek Kesehatan Gratis merupakan program pemerintah yang berfungsi sebagai skrining atau deteksi dini terhadap berbagai penyakit, bukan sebagai dasar tunggal untuk menegakkan diagnosis.
Karena itu, apabila hasil skrining menunjukkan adanya indikasi atau nilai yang tidak normal, masyarakat disarankan segera melakukan pemeriksaan lanjutan di puskesmas maupun rumah sakit agar mendapatkan evaluasi medis yang lebih lengkap.
“Tujuan utama CKG adalah skrining kondisi kesehatan masyarakat. Jika ditemukan kelainan atau hasil yang memerlukan perhatian lebih lanjut, masyarakat dapat melakukan kontrol lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan,” jelasnya.
Pemerintah Kota Probolinggo terus mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular.
Program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya sebelum muncul gejala yang lebih berat. Melalui pemeriksaan ini, berbagai faktor risiko penyakit dapat dikenali lebih awal, mulai dari hipertensi, diabetes melitus, kolesterol tinggi, gangguan fungsi ginjal, hingga beberapa jenis kanker.
Dinas Kesehatan menilai deteksi dini memberikan peluang lebih besar bagi masyarakat untuk memperoleh penanganan lebih cepat, mengurangi risiko komplikasi, sekaligus menekan biaya pengobatan di masa mendatang.
Selain pemeriksaan kesehatan, masyarakat juga memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, mengatur konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Dinas Kesehatan Kota Probolinggo menegaskan bahwa seseorang yang merasa sehat belum tentu terbebas dari risiko penyakit tidak menular. Karena itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi tubuh tetap terpantau dengan baik.
“Sehat bukan berarti tidak sakit. Sehat adalah memastikan tubuh tetap berada dalam kondisi terbaik melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin,” pungkasnya.
Masyarakat pun diajak memanfaatkan program CKG melalui slogan “Deteksi dini, hidup lebih pasti. Cek sekarang, sehat lebih lama.” Pemerintah berharap semakin banyak warga melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup dan mencegah penyakit sejak dini. (Bambang)






