Drainase Tersumbat Sampah, Wali Kota Probolinggo Turun Langsung Tangani Banjir

Probolinggo, Selasa 20 Januari 2026 | News Satu- Hujan deras yang mengguyur Kota Probolinggo pada Sabtu (17/1/2026) malam memicu genangan air di sejumlah titik strategis. Kondisi tersebut langsung mendapat perhatian serius dari Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin yang turun langsung memimpin penanganan di lapangan.

Beberapa lokasi yang menjadi fokus penanganan meliputi saluran drainase di Jalan Mayjen Panjaitan, Jalan Suyoso, serta aliran sungai di kawasan Jalan KH Fadhol. Di lokasi tersebut ditemukan tumpukan sampah yang menyumbat drainase, menyebabkan air meluap ke badan jalan hingga mengakibatkan ambrolnya plengsengan sungai.

Bersama tim gabungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH), DPUPR PKP, dan BPBD Kota Probolinggo, wali kota melakukan pembersihan serta normalisasi saluran air guna mengurangi risiko banjir susulan.

“Semalam sempat terjadi banjir, dan setelah ditelusuri, salah satu penyebabnya ada di titik ini. Kami benahi satu per satu. Di wilayah Brak, aliran air juga tidak mengarah ke utara menuju Panjaitan, sehingga sekarang sedang diperbaiki,” ujar dr. Aminuddin, Selasa (20/1/2026).

Wali kota menegaskan bahwa sampah menjadi faktor utama penyumbatan drainase, sehingga aliran air tidak berjalan normal saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Beberapa pintu air tersumbat sampah, akibatnya aliran ke arah utara terhambat dan air meluber ke jalan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala DPUPR PKP Kota Probolinggo, Setiorini Sayekti, menyebut kondisi diperparah oleh curah hujan ekstrem yang diprediksi masih akan berlangsung dalam sepekan ke depan.

“Debit hujan sangat tinggi, sehingga banyak saluran tidak mampu menampung air. Selain itu, terdapat hambatan berupa sampah dan sisa bongkaran konstruksi yang menghambat aliran,” jelasnya.

Untuk penanganan darurat plengsengan sungai yang ambrol di Jalan KH Fadhol, DPUPR PKP telah memasang sesek bambu dan karung pasir guna mencegah longsor meluas. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pengelola sungai tersebut.

“Kami sudah melakukan penanganan darurat. Sungai ini merupakan kewenangan UPT SDA Provinsi Jawa Timur. Permohonan perbaikan sudah kami sampaikan sebelumnya, namun longsor terjadi lebih dulu,” ungkap Rini.

Kalaksa BPBD Kota Probolinggo, Boedi Harjanto, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan menjaga kebersihan lingkungan.

“Masyarakat perlu rutin membersihkan saluran air, memangkas pohon yang berpotensi membahayakan, serta menggiatkan gotong royong agar sedimen tidak menumpuk. Ini penting untuk mencegah genangan saat hujan berlangsung lama,” pungkasnya. (Bambang)