Probolinggo, Rabu 12 Agustus 2026 | News Satu- Kesejahteraan guru Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) kembali menjadi sorotan dalam agenda reses anggota legislatif di daerah. Sejumlah guru TPQ di Kota Probolinggo menyampaikan aspirasi terkait penurunan insentif yang mereka terima, sekaligus meminta perhatian pemerintah terhadap peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam kegiatan reses yang digelar Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib pada Rabu (12/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, para guru TPQ mengungkapkan harapan agar pemerintah daerah dapat meninjau kembali besaran insentif yang diterima. Mereka menilai dukungan terhadap tenaga pendidikan keagamaan nonformal perlu diperkuat mengingat peran strategis guru TPQ dalam membentuk karakter dan pendidikan moral generasi muda.
Abdul Mujib mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi perhatian DPRD. Namun, menurutnya, realisasi berbagai usulan tersebut membutuhkan dukungan kebijakan dan komitmen dari Pemerintah Kota Probolinggo.
“Semua aspirasi ini harus diperjuangkan bersama. DPRD memiliki fungsi pengawasan dan penganggaran, tetapi realisasinya memerlukan sinergi dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Selain isu kesejahteraan guru TPQ, sektor kesehatan juga menjadi perhatian utama dalam forum tersebut. Mujib menegaskan pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapatkan prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, kualitas layanan kesehatan yang baik akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga. Karena itu, dukungan anggaran dan kebijakan di sektor kesehatan tidak boleh berkurang.
“Anggaran kesehatan harus tetap dijaga. Jika kondisi keuangan daerah memungkinkan, peningkatannya perlu dipertimbangkan demi kualitas pelayanan yang lebih baik,” katanya.
Ia menilai pemerintah daerah perlu memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses layanan kesehatan yang mudah, cepat, dan berkualitas sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar warga negara.
DPRD Kota Probolinggo, lanjut Mujib, berkomitmen mengawal berbagai aspirasi yang muncul dalam kegiatan reses, termasuk usulan peningkatan insentif guru TPQ dan penguatan layanan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Ketua TPQ Wonoasih, Ahmad, berharap Pemerintah Kota Probolinggo memberikan perhatian terhadap kondisi para guru TPQ yang selama ini berkontribusi dalam pendidikan keagamaan masyarakat.
Ia menyampaikan harapan agar besaran insentif yang diterima guru TPQ dapat kembali seperti sebelumnya.
“Kami berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan kembali besaran honor guru TPQ agar kembali menjadi Rp500 ribu seperti sebelumnya,” ujarnya.
Isu kesejahteraan tenaga pendidikan keagamaan dan kualitas layanan kesehatan diperkirakan akan menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan kebijakan daerah ke depan, terutama terkait prioritas anggaran dan pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan langsung masyarakat. (Bambang)






