HEADLINENEWSPEMERINTAHANPEMKAB PROBOLINGGOPROBOLINGGOREGIONAL

Janda Miskin Dan 3 Orang Anak Buta Di Probolinggo

×

Janda Miskin Dan 3 Orang Anak Buta Di Probolinggo

Sebarkan artikel ini
Janda Miskin Dan 3 Orang Anak Buta Di Probolinggo
Janda Miskin Dan 3 Orang Anak Buta Di Probolinggo

News Satu, Probolinggo, Rabu 12 Februari 2020- Seorang janda miskin dan 3 anak buta di Desa Pesisir, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, membutuhkan uluran tangan. Juama (55) bersama 3 orang anaknya yang mengalami kebutaan hidup di sebuah gubuk yang sudah tidak layak huni. Bahkan dalam menjalankan kehidupannya sehari-hari, mereka harus menunggu uluran tangan dari tetangganya.

“Untuk makan sehari-hari, kami menunggu uluran tangan dari tetangga. Karena saya sudah tidak bisa bekerja. Sedangkan ketiga anak saya mengalami kebutaan,” katanya, Rabu (12/2/2020).

Juama bercerita perjalanan hidupnya, penderitaan ini bermula saat dirinya ditinggal pergi oleh suaminya bersama perempuan selingkuhannya, pada 30 tahun silam.

“Suami saya pergi dengan selingkuhannya entah kemana, dan meninggalkan 4 orang anak,” ujarnya.

Pada saat itu, dirinya sedang hamil 9 bulan anak ke empatnya. Sehingga, pada saat lahir anak keempatnya tersebut tidak tahu kemana bapaknya. Sedangkan, anak sulung Hosnanik pergi merantau dan juga tidak ada kabar.

“Anak sulung saya merantau ke luar kota,” ucapnya.

Akan tetapi, Juama mengaku pernah mendapatkan bantuan dari Desa berupa beras dan dua ekor kambing. Namun, bantuan tersebut tidak cukup dan 2 ekor kambingnya tersebut terpaksa harus dijual untuk bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

“Saya terpaksa menjualnya karena untuk kebutuhan makan sehari-hari,” akunya.

Salah seorang tetangga Juama bernama Seninnya mengatakan, nasib Juama selama ini memang sangat memprihatinkan.

“Untuk makan sehari-harinya, tetangga yang memberinya secara bergantian,” katanya.

Melihat penderitaan hidup Juama, Seninnya berharap agar ada dermawan yang mau membantunya. Karena perempuan janda itu sudah tidak bisa bekerja lagi. Apalagi dia tinggal bersama anak-anaknya yang semuanya mengalami kebutaan.

“Semoga ada bantuan lagi dari Pemerintah, sehingga dalam kesehariannya Juama tidak harus menunggu uluran tangan orang lain,” pungkasnya. (Bambang)

Comment