340

Kota Probolinggo Jadi Raja Ekspor Halal Jawa Timur Tahun 2026

News Satu
Kota Probolinggo Jadi Raja Ekspor Halal Jawa Timur Tahun 2026
Kota Probolinggo Jadi Raja Ekspor Halal Jawa Timur Tahun 2026

Probolinggo, Kamis 1 Oktober 2026 | News Satu- Kota Probolinggo kembali mencatat prestasi di sektor ekonomi syariah setelah meraih Juara I Kategori Nilai Ekspor Halal dalam Syariah Award Jawa Timur 2026. Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas keberhasilan pemerintah daerah dalam membangun ekosistem ekspor produk halal yang mampu menembus pasar internasional dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Prestasi itu sekaligus memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan industri halal dan aktivitas ekspor yang terus berkembang di Jawa Timur.

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, mengatakan penghargaan tersebut bukan sekadar capaian seremonial, melainkan bukti nyata bahwa produk-produk lokal mampu bersaing di pasar global melalui penguatan kualitas, standar halal, dan pendampingan berkelanjutan kepada pelaku usaha.

“Penghargaan ini menjadi motivasi untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal,” ujar Aminuddin, Kamis (1/10/2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut lahir dari kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan yang terus mendorong pengembangan industri halal berbasis potensi lokal.

Pengakuan yang diberikan dalam Syariah Award Jawa Timur 2026 tidak hanya didasarkan pada besarnya nilai ekspor, tetapi juga mempertimbangkan keberagaman komoditas unggulan, tren pertumbuhan ekspor, kelengkapan data perdagangan, serta keberhasilan daerah dalam membangun ekosistem ekonomi halal secara berkelanjutan.

Saat ini, sejumlah produk unggulan Kota Probolinggo telah berhasil menembus pasar ekspor, mulai dari makanan olahan, fillet ikan, frozen fish, garmen, plywood, finished leather, bordir, hingga barecore.

Sektor perikanan menjadi salah satu tulang punggung ekspor halal daerah. Produk makanan dan minuman berbasis hasil laut terus menunjukkan pertumbuhan dan memberikan kontribusi signifikan terhadap nilai ekspor Kota Probolinggo.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak hanya bergerak di sektor keuangan, tetapi juga berkembang pesat di sektor riil melalui penguatan industri halal, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas produk, dan perluasan akses pasar internasional.

“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa produk-produk Kota Probolinggo memiliki daya saing dan mampu menembus pasar global,” kata Aminuddin.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat ekosistem ekspor halal melalui berbagai program pendampingan, peningkatan kualitas produk, fasilitasi sertifikasi halal, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

Menurutnya, sektor halal memiliki potensi besar sebagai motor pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dengan kekuatan di bidang industri pengolahan, perikanan, makanan dan minuman, kerajinan, hingga manufaktur, Probolinggo memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat industri halal di Jawa Timur.

“Penguatan standar halal dan kualitas produk menjadi bagian penting dalam meningkatkan kepercayaan pasar sekaligus memperluas peluang ekspor,” tandasnya.

Prestasi tahun ini juga melanjutkan tren positif Kota Probolinggo dalam pengembangan ekonomi syariah. Pada tahun sebelumnya, daerah ini berhasil meraih Juara I Kategori Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren melalui program One Pesantren One Product (OPOP).

Raihan penghargaan secara berturut-turut tersebut menunjukkan bahwa strategi pembangunan ekonomi syariah Kota Probolinggo berjalan secara terintegrasi, mulai dari pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren hingga penguatan ekspor produk halal berorientasi global.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Probolinggo, nilai ekspor daerah pada tahun 2025 mencapai Rp3,49 triliun. Sementara pada periode Januari hingga Juli 2026, nilai ekspor tercatat mencapai 140,81 miliar dolar AS, mencerminkan aktivitas perdagangan internasional yang terus tumbuh.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Kota Probolinggo untuk memperluas pasar ekspor sekaligus memperkuat kontribusi sektor halal terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Bambang)