Surabaya, Sabtu 4 Juli 2026 | News Satu- Harapan baru hadir bagi puluhan anak penyandang cerebral palsy di Jawa Timur. Sebanyak 35 anak berkebutuhan khusus menerima bantuan kursi roda adaptif yang dirancang khusus sesuai kondisi fisik masing-masing, dalam program kemanusiaan yang digelar di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Yayasan Ananda Mutiara (Y-AMI) Kota Probolinggo bersama Global Village Foundation Bali. Seluruh kursi roda adaptif didatangkan dari Australia untuk membantu meningkatkan mobilitas sekaligus kualitas hidup anak-anak penyandang cerebral palsy.
Ketua Y-AMI Kota Probolinggo, Eri Hatni Murti Susilowati, mengatakan program tersebut lahir dari kepedulian terhadap anak-anak yang selama ini memiliki keterbatasan dalam bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari.
“Anak-anak cerebral palsy mengalami hambatan mobilitas, bahkan sebagian besar hanya dapat berbaring di rumah. Melalui kursi roda adaptif ini kami berharap mereka memiliki kesempatan untuk bergerak lebih nyaman, lebih aman, dan lebih mandiri,” ujarnya, Sabtu (4/7/2026).
Menurut Eri, setiap kursi roda tidak dibuat secara massal, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing penerima. Alat bantu tersebut dilengkapi penyangga kepala, leher, bahu, punggung, pinggul hingga kaki agar posisi duduk anak tetap stabil dan aman.
Program sosial tersebut tidak hanya menyasar warga Kota Probolinggo. Anak-anak penerima bantuan juga berasal dari Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, Lumajang hingga Banyuwangi.
Sebelum bantuan diserahkan, seluruh penerima mengikuti proses fitting atau penyesuaian yang dilakukan oleh tim teknis. Setiap anak menjalani pengukuran secara detail agar kursi roda benar-benar sesuai dengan postur tubuh dan kondisi medisnya.
Berbeda dengan kursi roda biasa, kursi roda adaptif memerlukan pengaturan khusus pada bagian kepala, punggung, pinggul dan kaki sehingga mampu menopang aktivitas anak secara optimal. Karena itu, kursi roda baru dapat digunakan setelah seluruh proses penyesuaian selesai dilakukan.
Wakil Wali Kota Probolinggo, Ina Dwi Lestari Bukhori, turut menghadiri proses penyerahan bantuan dan menyempatkan berdialog dengan anak-anak beserta orang tua mereka.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh kesempatan tumbuh, belajar, dan menjalani kehidupan yang layak.
“Anak-anak ini memiliki hak yang sama untuk berkembang. Kepedulian terhadap penyandang disabilitas harus diwujudkan melalui tindakan nyata agar Kota Probolinggo semakin inklusif dan ramah bagi semua,” katanya.
Ina juga mengajak seluruh elemen masyarakat terus memperkuat kepedulian terhadap penyandang disabilitas agar akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan fasilitas umum semakin terbuka.
Momen paling mengharukan datang dari keluarga Arfa (11), siswa asal Kelurahan Sukoharjo, Kota Probolinggo.
Selama ini Arfa menggunakan kursi roda dewasa peninggalan mendiang kakeknya yang tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya sehingga kurang nyaman digunakan.
Ayah Arfa, Hendi Hariyanto, mengaku bersyukur karena putranya akhirnya memperoleh kursi roda adaptif yang dirancang sesuai kondisi fisiknya.
“Alhamdulillah sangat membantu. Dulu anak saya memakai kursi roda orang dewasa yang ukurannya tidak sesuai. Sekarang mendapat kursi roda yang benar-benar pas dengan kondisi tubuhnya,” ujarnya.
Meski hidup dengan keterbatasan fisik, Arfa dikenal sebagai siswa berprestasi di sekolah umum dan secara konsisten mampu meraih peringkat tiga besar di kelasnya.
Setiap kursi roda adaptif memiliki nilai mencapai belasan juta rupiah. Bantuan tersebut menjadi dukungan besar bagi keluarga penerima yang selama ini kesulitan memperoleh alat bantu dengan spesifikasi sesuai kebutuhan medis anak.
Program kemanusiaan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas akses layanan bagi penyandang disabilitas sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak kolaborasi sosial untuk mewujudkan Indonesia yang semakin inklusif. (Bambang)







