LPG 3 Kg Di Probolinggo Aman, Panic Buying Jadi Ancaman Nyata Jelang Lebaran

Probolinggo, Jumat 20 Maret 2026 | News Satu- Lonjakan kebutuhan LPG 3 kg jelang Idulfitri memicu kekhawatiran di masyarakat. Namun, Ketua DPC Hiswana Migas Malang, Ahmad Bashori, memastikan stok gas subsidi tetap aman dan terkendali, bahkan diperkuat dengan tambahan pasokan signifikan.

Ia menegaskan, distribusi LPG telah diantisipasi sejak awal untuk menghadapi peningkatan konsumsi selama Ramadan hingga Lebaran.

“Untuk Probolinggo, ada tambahan 84.000 tabung LPG 3 kg. Stok aman, bahkan berlebih,” tegasnya, Jumat (20/3/2026).

Meski demikian, Bashori mengingatkan potensi gangguan distribusi bukan berasal dari kekurangan stok, melainkan perilaku panic buying masyarakat.

“Pembelian berlebihan justru bisa memicu kelangkaan semu di lapangan,” ujarnya.

Pengawasan distribusi kini diperketat oleh Hiswana Migas bersama Pertamina guna mencegah penyimpangan seperti penimbunan serta memastikan LPG subsidi tepat sasaran.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga memproyeksikan lonjakan konsumsi energi selama periode Ramadan dan Idulfitri. Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyebut mobilitas masyarakat menjadi faktor utama peningkatan tersebut.

Data menunjukkan konsumsi BBM jenis gasoline naik 11,9% dari rata-rata harian, sementara gasoil turun 9,8% akibat menurunnya aktivitas industri. Untuk sektor rumah tangga, konsumsi LPG diperkirakan meningkat 3,5%. Untuk menjaga stabilitas, Pertamina mengerahkan jaringan distribusi besar, meliputi 1.482 SPBU, 900 Pertashop, dan 1.296 agen LPG. Selain itu, ratusan titik layanan disiagakan 24 jam guna memastikan distribusi tetap merata hingga wilayah terpencil.

“Pasokan kami pastikan aman dan distribusi berjalan optimal,” kata Ahad.

Namun di lapangan, potensi penyimpangan tetap menjadi sorotan. Pimpinan LSM LIRA Kota Probolinggo, Louis Hariona, mendesak pemerintah daerah dan DPRD segera melakukan inspeksi mendadak untuk mencegah praktik penimbunan LPG.

“Jangan sampai ada oknum memanfaatkan momen Lebaran untuk meraup keuntungan dari kelangkaan buatan,” tegasnya.

Dengan tambahan pasokan dan pengawasan ketat, masyarakat diminta tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan agar distribusi tetap stabil menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. (Bambang)