Probolinggo, Senin 16 Februari 2026 | News Satu- Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (DP MUI) Kota Probolinggo resmi mengukuhkan 168 pengurus masa khidmat 2025–2030 dalam agenda Pengukuhan, Ta’aruf, dan Rapat Kerja yang digelar di Aula MAN 2 Kota Probolinggo.
Pengurus yang dilantik terdiri dari unsur Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan Harian, berbagai komisi, hingga lembaga di bawah naungan MUI Kota Probolinggo. Momentum ini menjadi titik awal konsolidasi organisasi untuk lima tahun ke depan.
Mengusung tema “Meneguhkan Peran Ulama Mewujudkan Kota Probolinggo yang Religius, Harmonis, dan Bermartabat,” MUI menegaskan komitmennya sebagai pembimbing umat (khadimul ummah) sekaligus mitra strategis pemerintah (shadiqul hukumah).
Pengukuhan Dewan Pimpinan Harian dipimpin oleh Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi DP MUI Jawa Timur, Dr. KH. Misbahul Munir, setelah pembacaan Surat Keputusan dari MUI Jatim. Sementara pengurus komisi dan lembaga dikukuhkan langsung oleh Ketua Umum DP MUI Kota Probolinggo, Prof. Dr. KH. M. Sulthon, MA.
Dalam sambutannya, Kyai Sulthon menekankan pentingnya soliditas ulama dalam menjaga persatuan umat dan memperkuat kontribusi keagamaan terhadap pembangunan daerah.
“Ulama harus hadir membimbing umat sekaligus menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminudin, Sp.Og.(K)., M.Kes., turut menyampaikan apresiasi atas peran strategis MUI sebagai mitra pemerintah dalam membangun kota yang religius dan harmonis.
Sementara itu, Sekretaris Umum DP MUI Jawa Timur, Dr. KH. Hasan Ubaidillah, menyoroti pentingnya dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah daerah, termasuk kebutuhan kantor permanen dan anggaran yang memadai guna menunjang kinerja organisasi.
Selain prosesi pengukuhan, agenda dilanjutkan dengan ta’aruf antar pengurus serta rapat kerja untuk merumuskan arah kebijakan dan program strategis lima tahun mendatang. Raker ini menjadi forum konsolidasi guna memperkuat sinergi internal serta kolaborasi dengan pemerintah dan elemen masyarakat.
Ketua Panitia, Dr. KH. Ahmad Hudri, ST., MAP., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut didanai melalui hibah Pemerintah Kota Probolinggo yang dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai ketentuan.
Dengan kepengurusan baru ini, MUI Kota Probolinggo diharapkan semakin aktif dalam memperkuat moderasi beragama, menjaga kerukunan, serta berkontribusi nyata terhadap pembangunan daerah yang religius dan bermartabat. (Bambang)






